Bincang-bincang santai

Pagi tadi saya sengaja singgah di perkmpulan beberapa orangtua yang sedang duduk santai sebelum memulai pekerjaannya membuat sebuah rumah. Saya nimbrung dalam percakapan mereka. Cukup betah saya di situ. Pasalnya mereka sedang menceritakan pengalamannya masing-masing. Pengalaman yang sulit ditemukan di ruang-ruang sekolah formal. Yang mereka ceritakan bukan tentang teori-teori akademik, melainkan kisah hidup yang pernah mereka jalani. 

Hal yang membuat perbincangan mereka menarik untuk di dengar adalah nilai-nilai hidup yang terkandung dalam cerita. Cerita mereka penuh dengan perjuangan. Hidup mereka cukup keras untuk membuat asap dapur terus mengepul. Hal lain adalah banyak sejarah hidup yang terungkap dalam cerita mereka. Sehingga selalu menarik untuk dinikmati.

Bagi orang yang cukup banyak bersentuhan dengan dunia akademis, apalagi saya yang sekarang sedang melanjutkan studi magister, kisah-kisah mereka cukup memukau. Dari cerita tersebut seoalah membuat saya semakin tersadar untuk tidak merasa superior dibanding orang-orang yang tidak menempuh sekolah formal. Mereka sangat kaya akan pengalaman dan nilai-nilai hidup yang mereka kumpulkan dalam universitas alam semesta. 

Dari situ juga, saya semakin sadar bahwa ilmu dan hikmah dapat diperoleh melalui bincang-bincang santai. Tidak harus berada pada ruang-ruang formal. Sebab, sangat sempit jika perolehan ilmu hanya diperoleh melalui kelas-kelas formal. Oleh karena itu, jangan abaikan bincang-bincang santai apalagi jika  dilakukan di bawah pepohonan rindang dengan ditemani kopi. Semakin  asik.

~Tomia, 22 Februari 2021 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealisme vs Pragmatisme

Kisah Aku dan Pekerja rumah tangga itu

berpuasa tontonan untuk kreativitas (tentang film kera sakti)