Postingan

Topeng babi ngepet

Babi kerap disalahkan ketika ada yang kehilangan uang secara misterius. Banyak yang meyakini bahwa hewan ini sebenarnya adalah jelmaan manusia yang punya ilmu hitam untuk mencuri uang. Kalau saya sih belum yakin perihal ini, soalnya baru sebatas cerita dari orang maupun dari acara-acara televisi. Karena babi ini jadi-jadian, maka disebutlah dengan sebutan babi ngepet. Saya juga tidak tau dari daerah mana asal mula cerita ini. Baru-baru ini, kasus babi ngepet muncul dan menghebohkan kabar di media mainstream dan media sosial. Disitu diberitakan bahwa ada babi yang dipukul dan dibunuh oleh masyarakat karena dicurigai sebagai biang keladi dari hilangnya uang salah seorang warga. Keyakinan masyarakat itu dihembuskan oleh orang yang di kampungnya dikenal sebagai “ustad”.  Belakangan setelah viralnya kabar ini, ada pihak terutama dari pecinta hewan mengecam warga yang melakukan pembunuhan terhadap hewan malang tersebut. Setelah kabar ini bergulir dan terus bergulir, akhirnya ketahuan sebab m

Ibu penjual sayur, just do it

Biasanya lagi duduk menikmati pagi di bulan ramadhan seperti ini, terdengar ibu-ibu penjual sayur menjajakan barang dagangannya. Mereka biasa menggunakan kode-kode khusus agar diketahui oleh orang yang nantinya akan membeli sayurnya atau tidak. Misalnya dengan berteriak “Sayur,,, sayur,, sayur,,,”. Bagi orang-orang yang sudah terbiasa mendengar para ibu penjual tadi maka akan sangat mengenal cara mereka memberitahu calon pembelinya. Saya selalu kagum pada mereka. Suara mereka menjadi pemecah keheningan pagi. Apalagi setelah sahur dan menunaikan shalat subuh, banyak orang yang langsung melanjutkan tidurnya yang mungkin belum cukup di malam harinya. Tapi, para ibu penjual yang keren itu, tidak melakukan hal yang sama. Mereka justru bersemangat mencari rezeki tanpa harus tidur pagi. “Inikan bulan puasa, kok jualan pagi-pagi? Kan orang habis makan sahur” demikian pikiranku di awal-awal ketika baru pertama kali mendengar para ibu tadi menjajakan aneka sayur miliknya. Saya coba berpikir posi

Uang Pun tidak mampu membayarnya

Gambar
sisa takjil yang sebagiannya sudah dimakan. ada juga tadi segelas bubur. Setelah hujan adalah momen yang menurut saya cukup tenang. Apalagi jika momen itu terjadi di sore hari dan sore ini momen itu terjadi. Saya dan istri mengendarai motor untuk membeli sesuatu. Sesuatu yang dimaksud adalah buka puasa. Atau istilah populernya di Indonesia adalah takjil. Banyak yang menjual jenis-jenis buka puasa ini. Berjalan di sepanjang jalan, selalu terlihat ada yang menjual di pinggir jalan. Apalagi di lokasi yang sering digunakan untuk jual-beli seperti pasar. Sangat banyak. Hujan baru saja usai. Tanah masih lembab. Beberapa jalan ada yang tergenang. Tapi aroma hujan dan suasana ketenangan masih lebih dominan saat itu. Selain itu, bulan ramadhan semakin menambah suasana itu menjadi lebih syahdu. Bulan yang dikenal dengan bulan penuh berkah dimana banyak hal baik yang terjadi pada bulan ini.  Misalnya saat sedang naik motor dan berhenti di salah satu lampu lalu lintas karena sudah menyalakan lampu

Bertanggung jawab atas tubuh saya

Saya seperti orang yang sesak napas. Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Tugas kuliah cukup menumpuk. Selesai satu, menunggu yang satu lagi. Dan yang lainnya lagi sedang menunggu antrian dan bahkan saya sementara ini saya sedang siap-siap mengerjakan tugas selanjutnya. Tugasnya pun tidak seringan tugas saya saat kuliah mencari gelar sarjana dulu. Ini lebih berat. Mungkin karena levelnya adalah magister. Sebenarnya, tugas banyak atau besar bisa menjadi lebih ringan jika dibagi menjadi beberapa bagian. Ukuran besar dipotong menjadi ukuran-ukuran yang lebih kecil. Hal lain juga adalah manajemen waktu. Mengatur waktu adalah skill berharga yang harus dikuasai. Tidak semua orang bisa mengendalikan skill ini dengan baik. Saya termasuk salah satu orang yang masih berjuang untuk ahli di bidang ini. Belum lagi, hal yang perlu dipahami bahwa memanfaatkan waktu bekerja misalnya, tidak berarti telah menggunakan waktu sebaik mungkin. Karena ada perbedaan bekerja produktif dan tidak produktif atau asa

Dua kalimat yang menginspirasi

Entah kenapa beberapa malam yang lalu dan tentunya sampai sekarang, saya cukup suka dengan dua kalimat ini: “satu pintu akan membuka pintu lain” dan “pantaskan diri untuk memperoleh yang pantas”. Sebenarnya dua kalimat tersebut bukan hal yang baru bagi saya. Saya sudah sering mendengarnya. Bahkan sering muncul dari pengalaman-pengalaman dan perenungan hidup yang saya alami. Tapi memang terkadang belum masuk menusuk ke sanubari hati yang paling dalam. Saya yakin karena ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat suatu kalimat yang mungkin sebelumnya tampak biasa, namun dikondisi tertentu bisa menjadi luar biasa. Kalimat pertama tadi, saat seorang teman (senior) menuliskan di salah satu grup media sosial WhatsApp. Dia mengomentari suatu informasi yang berisi ajakan. Dia mengatakan bahwa kalimat itu dia dapatkan dari pengalaman hidupnya. Mungkin kalau ditafsirkan kira-kira maksudnya seperti ini: satu pintu adalah satu pencapaian. Setelah mencapai satu pencapaian (sukses pada suatu event ata

Subuh yang indah dan asmara shalat subuh

Saya suka waktu subuh meski saya sering sulit untuk bangun pada waktu ini. Tapi kalau bulan ramadhan mau tidak mau harus bangun subuh, malah sebelum subuh untuk makan sahur dan esoknya berpuasa. Kalau tidak salah, makan sahur tidak wajib tapi sangat dianjurkan karena disitu ada keberkahan. Bahkan doa-doa akan mudah di ijabah karena momen ini salah satu momen yang dispesialkan. Wallahualam. Bulan ramadhan membuat waktu subuh menjadi lebih spesial. Tadi saat saya ke masjid untuk shalat subuh, saya melihat banyak orang yang berbondong-bondong ke masjid. Ini memang hal yang biasa saat bulan ramadhan, apalagi di hari-hari awal bulan ramadhan. Baik tua maupun muda.  Anak-anak juga cukup banyak.  Selain untuk shalat, mereka biasanya senang bertemu dan berkumpul dengan teman-temannya di masjid dan pelataran masjid. Saya katakan demikian karena saya pernah berada di usia mereka. Anak-anak memang hakikatnya adalah periode banyak bermain dan berkumpul. Ada pembelajaran dan pengalaman di sana. Hal

Alhamdulillah bertemu lagi dengan ramadhan 1442 H

Alhamdulillah dipertemukan lagi dengan ramadhan. Ramadhan kali ini berada di tahun 1442 H. Alhamdulillah sudah berbeda dengan tahun lalu. Ini terkait dalam merespon pandemi covid 19. Tahun ini pemerintah sudah agak longgar dalam mengizinkan kaum muslim untuk melaksanakan shalat tarwih berjamaah di masjid.  Pihak yang paling longgar lagi adalah masyarakat. Tanpa disuruh untuk taat pada protokol kesehatan pun masyarakat tidak peduli lagi. Orang-orang jenuh dengan keberadaan pandemi yang membatasi gerak gerik manusia di ruang publik ini. Karenanya bagi umat muslim yang senang menyambut bulan ramadhan mulai antusia ke masjid untuk tawih berjamaah. Berbeda dengan tahun lalu dimana pemerintah begitu ketat dalam aturan shalat berjamaah. Sekarang seperti yang saya katakan tadi bahwa pemerintah sudah melonggarkan kebijakannya. Ramadhan memang suasananya berbeda dengan bulan-bulan lain. Ada sesuatu yang unik. Ada aura dengan rasa yang khas. Misalnya di sore hari jika kita berada di kota, kita ak