Langsung ke konten utama

Postingan

Mapping the university students movement in demonstration today

 Today Indonesia has a big event, a demonstration by university students taking place in many cities in Indonesia. The demonstration is sparked by government idea to extend the period of president and vice president tenure beyond two terms, although this idea had been refused clearly by jokowi, president of Indonesia, since three days ago.  But the demand of the students is not the only to refuse the plan of extension of president tenure, but having been at some issues related to failure of government to manage Indonesia in the right course. We can see the rising of the price of cooking oil and fuel ahead of Ramadan, the moment where muslim – majority of Indonesians is muslim – will conduct fasting and their house expenditure on this commodities will be higher. The demonstration is common in democratic countries where Indonesia has been applying this system since the reform era, even though in some practices, the system does not work. And the students, however, cannot be forgotten in I
Postingan terbaru

Hypocrisy of facebook

(gambar; fb Olive Palestine) Facebook, a leading social media with the world’s biggest users, does unfairness to treat people in Ukraine and Palestine. This can be seen in its response to Ukraine people considered as victims of Russia invasion and how its treatment in the same case when Israel has been invading and colonising Palestine. 

Langkanya minyak goreng di kampungku

Sudah dua minggu ini, minyak goreng di Indonesia langkah. Sebelum masuk ke tahap langkah, sudah sebulan terakhir mulai ada gejolak ke arah kelangkaan tersebut. Efeknya sampai ke pelosok-pelosok seperti di kampung saya. Konsekuensinya, harga minyak goreng akhirnya membumbung tinggi sampai menyentuh 300 persen bahkan lebih. Dari sini bisa kita lihat bahwa ada manajemen pemerintah yang salah. Harusnya urusan seperti ini tidak boleh terjadi apalagi faktor penyebabnya karena lebih ke masalah internal. Bahkan parahnya lagi, minyak goreng murah malah dijual ke luar negeri. Konon ada yang ke pasar gelap. Biasanya pelaku-pelakunya adalah kartel-kartel minyak goreng yang terlindungi oleh kekuasaan. Jika pemerintah mau serius memberantas hal-hal seperti ini, harusnya aksi jual beli keluar dengan harga murah tersebut tidak terjadi. Ini malah dibiarkan. Dengan kata lain, negara – dalam hal ini pemerintah – tidak berdaya berhadapan dengan kelompok kartel tersebut. Biasanya mereka bermain di pemilu

Akhirnya tidak jadi bayar

Hari jumat kemarin (18/02/2022), tepatnya menjelang shalat jumat. Adikku memanggilku yang sedang bersiap untuk mandi. Mandi persiapan shalat jumat. Ia menyampaikan ada seorang ibu rumah tangga – istri sepupuku – yang meminta tolong. Ia didatangi oleh seorang sales yang ingin menagih harga barang yang dibelinya. Harganya masih 50 ribu, dari total 100 ribu. Ia meminta tolong ke saya karena sales itu membohonginya. Si sales datang dengan modus sosialisasi penggunaan kompor gas, padahal ia menjual alat kompor gas. Dalam promosinya (ia menyebutnya sosialisasi), ia menyampaikan informasi palsu bahwa akan ada bantuan kompor gas dari pemerintah yang akan dibagi-bagikan ke para ibu rumah tangga.  Sayangnya, ibu-ibu mudah termakan oleh tipu muslihat mereka. Pasalnya, para ibu rumah tangga tidak punya pikiran kritis. Apalagi ketika sudah disampaikan akan ada bantuan, maka mereka mudah percaya begitu saja. Ini tidak bisa lepas dari masalah ekonomi yang ikut berkontribusi. Cara kerja si sales juga

Pindah rumah

gambar: https://www.pngdownload.id/ Pagi-pagi tadi saya ditelpon oleh tante saya. Kami disuruh agar segerah ke rumah sepupu saya karena ada acara pindah rumah yang sedang dilakukan. Waktunya terlalu pagi. Mungkin masih banyak orang yang belum bangun atau sudah bangun namun tidur lagi. Ayam pastinya sudah mulai berkeliaran mematok dan mengais makanan. Kami di sini adalah saya, istri dan ibu mertua. Usai menelpon, segera saya sampaikan kepada semua orang-orang yang dituju tadi. Setelah siap-siap, kami segera menuju lokasi. Dalam tradisi pindah rumah di kampung kami, biasanya tidak sembarang menentukan waktu kapan pindahnya. Ada “hari baik” yang harus dilihat dahulu. Saya tidak tahu cara melihat hari baik ini. Saya juga bingung tentang kriterianya. Biasanya orang tua-orang tua yang bisa melakukannya.  Mereka punya pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan hari tersebut. Adanya istilah hari baik ini bukan berarti semua hari yang diciptakan Allah ada hari yang sial. Ini hanya soal pilihan

Rajabu

(koleksi pribadi) Salah satu tradisi dalam masyarakat di kampung kami adalah “Rajabu”. Jika dilihat, kata rajabu mirip dengan (Bulan) Rajab. Yah, memang dari sini asalnya. Di kampung saya, tiap memasuki Bulan Rajab akan ada doa-doa yang dipanjatkan bersama di hari jumat pertama di bulan ini. Kegiatan ini kemudian disebut dengan rajabu. Saya mencoba menelusuri apa makna dari kegiatan ini yang oleh pihak lain disebut bid'ah. Namun saya tidak ingin masuk pada perkara ini (namun saya hargai saja hasil pemikirannya). Selain karena saya tidak cukup ilmu untuk membahas ini, juga saya tidak tertarik. Saya ingin menulis hal-hal lain yang saya anggap menarik.  Jadi hasil penelusuran saya dengan bertanya pada beberapa orang tua dan mendengarkan kalimat-kalimat pengantar sebelum doa bersama dipanjatkan, rajabu merupakan bentuk rasa syukur terhadap Allah karena dipertemukan kembali dengan bulan Rajab. Selain itu, juga sebagai bentuk istighfar (permohonan ampunan) bersama melalui doa-doa yang te

Sore, lapangan hijau dan semut-semut

sedang bermain bola (koleksi pribadi) Sore. Biasanya adalah waktu yang pas untuk istirahat. Bagi yang kerja seharian, sore adalah waktu untuk pulang. Bagi yang suntuk dalam di rumah, sore adalah pilihan yang tepat untuk berkeliling-keliling. Dengannya, kesuntukan akan berubah menjadi kesegaran pikiran dan semoga mendapat inspirasi baru. Kira-kira alasan ini yang membuat saya dan istri berjalan-jalan sore tadi, meskipun kami tidak berjalan kaki tetapi naik motor. Hehe. Selain alasan di atas, sore punya kesejukan udara apalagi matahari tidak terik lagi. Matahari dalam on the way ke malam. Dia juga ingin istirahat. Kami memilih pergi ke pasar malam. Sebenarnya, saya hanya berpikir “gorengan”. Artinya, butuh makanan ringan, meskipun oleh beberapa orang, pisang goreng tidak dalam kategori makanan ringan, tetapi makanan berat. Karena perihal makanan, maka pilihan yang tepat untuk mendapatkannya adalah pasar malam. Tempat ini memang menjual aneka kue serta beberapa kebutuhan siap santap lainn