Taliban dan Yahudi

Kemenangan Taliban di Afghanistan atas Amerika dan Pemerintahan Afgahnistan sebelumnya melahirkan perbincangan di seluruh dunia. Berbagai perpektif muncul untuk membahas ini yang salah satunya muncul dari media Jerusalem post. Media ini mengangkat keterkaitan antara Yahudi dan Taliban. Taliban sebagaimana di ketahui di dominasi dari suku pastun di Afghanistan. 

Dari pembahasan yang diangkat oleh Jerusalem post dikatakan bahwa ada indikasi atau bukti bahwa suku pastun merupakan keturunan dari Yahudi. Nenek moyang mereka dahulu adalah Yahudi yang kini mayoritas tinggal di Israel.

Beberapa pernyataan dari akademisi terkait ini baik dari kalangan islam maupun barat. Di sisi DNA, salah satu risert mengungkapkan, DNA warga yahudi di Israel memiliki hubungan yang kuat dengan salah satu klan suku pastun. Namun, Taliban berusaha untuk menghapus sejarah terkait itu. Apalagi meskipun bukti benar-benar mengungkapkan fakta kebenaran bahwa nenek moyang Pastun adalah Yahudi, maka tidak akan merubah keadaan dalam relasi Taliban dan Israel.  

Jika dilihat dari sejarah, yahudi cukup dekat dengan islam. Di islam sendiri yahudi dianggap sebagai agama yang berasal dari Allah atau masuk dalam daftar agama samawi yang diyakini oleh Islam. Dalam teks Al Quran yahudi dikenal dengan “bani israil” dimana bani berarti keturunan dan israil arinya Nabi Ishaq. Secara singkat bani israil adalah keturunan nabi ishaq.

Di sisi lain, Nabi Ishaq adalah nabi utusan Allah dalam islam. Sang nabi membawa ajaran tauhid yakni tentang penyembahan kepada Allah. Dengan kata lain, bani Israel atau yahuhi sebenarnya ajaran aslinya adalah tentang tauhid kepada Allah seperti halnya islam. 

Kembali ke pembahasan hubungan yahudi dan Taliban. Jika yahudi garis keras (zionisme) yang sedang menguasai Israel selalu menggaungkan tentang supremasi bangsa Yahudi atas bangsa-bangsa lain. Atau merangkul semua keturuanan Yahudi dimanapun berada, maka pada titik ini apakah mereka akan merangkul Taliban (jika Taliban adalah keturunan Yahudi) yang berideologi islam? Ini pertanyaan menarik. Saya kira ini posisi yang dilematis. Apalagi di pihak Taliban secara ideologi dan di atas kertas akan bertentangan dengan ideology Zionism. Meskipun dalam dinamika politik, perbedaan sering dapat disatukan oleh kepentingan yang sama. 

We can see what happen in future in term of relation between Taliban and Israel controlled by Zionism. Lot of cases explain that despite many differences of parties, they will be in line if they have same interests. Like what Deng Xioping said: don’t care whether white or black cat because the importance is the cat can caught mouse. It is really true. None of ideologies long live without any cooperation and compromise with different ideology. There is always things to unite them. Interest. 

~Bau-bau, 13 Sep. 21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idealisme vs Pragmatisme

berpuasa tontonan untuk kreativitas (tentang film kera sakti)

Hujan, dingin dan ayam di malam hari