Selasa, 27 Juli 2010

Fenomena Video Asusila Artis

Beberapa pekan ini media massa sering menyuguhkan publik tentang pemberitaan skandal seks artis papan atas. Pemberitaan itu menyedot perhatian bukan hanya masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia. Kejadian ini menimbulkan pemandangan yang ironis bagi masyarakat Indonesia karna negara mayoritas islam bahkan negara yang memiliki masyarakat muslim terbesar di dunia seharusnya tindakan seperti ini tidak mesti terjadi.

Berita ini tergolong berita yang cukup sensitif karna menuai respon yang besar terutama dari ormas-ormas islam yang memperjuangkan penegakkan islam. Apalagi pelaku video mesum ini adalah public figure sehingga sangat rentan mempengaruhi masyarakat luas. Bukan hanya dari kalangan pihak yang mengatas-namakan identitas islamanya tapi juga pemerintah. Ketakutan mereka adalah kejadian ini dapat merusak moral anak bangsa. Ditambah lagi kasus ini melanggar hukum positf negara.

Pasca video tersebut mencuat, secara bersamaan juga tindakan kriminal yang terkait skandal seks sering terjadi. Hal itu membuat pelaku video mesum artis ini semakin di kecam dan bahkan dikambing hitamkan sebagai sebab dari berbagai tindakan kriminal tersebut. Memang video ini memiliki andil dalam menyebabkan tindakan kriminal (asusila) yang mengarah keperzinahan yang dilakukan oleh masyarakat. Namun sangatlah salah kalau menjadikan video skandal seks artis ini sebagai satu-satunya sebab dari berbagai tindakan asusila lainnya yang berbau seks sebagai mana diungkapkan oleh berbagai media massa.

Bahkan bapak kepala negara pun mengeluarkan pernyataan mengecam perilaku dalam video ini. Bapak presiden berdalih bahwa akan merusak moral anak bangsa. Sehingga mengeluarkan perintah untuk segra menyelesaikan kasus ini dengan menindak tegas pelaku dan penyebarnya.

Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk meminimalisir tindakan-tindakan asusiala ini. Mulai dari seruan untuk melakukan bimbingan di lingkup keluarga, memperkuat pendidikan agama, memberikan sanksi tegas kepada pelaku hingga memperketat proteksi di dunia internet (maya). Sebenarnya sebelum kejadian ini hadir di masyarakat tindakan antisipasi sudah dilakukan namun belum seketat sekarang. Ini menandakan pemerintah tidak serius menangani masalah ini.

Berbagai tindakan asusila ini telah banyak terjadi di masyarakat tapi karna pelaku video ini adalah public figure sehingga pemerintah mulai ketakutan. Karna sangat besar peluang untuk terjadi tindakan yang serupa. Tindakan pemerintah dalam penanganan kasus ini hanya bermain pada wilayah proteksi dan prefentif (pencegahan). Pemerintah belum menyentuh pada sebab bahkan masih membiarkan dan memberikan legitimasi keberadaan tindakan asusila di negara ini seperti dilokalisasinya prostitusi. Sehingga meskipun tindakan prefentif dan proteksi dilakukan namun masyarakat masih bisa mendapat pelajaran (contoh) dari suguhan pemerintah melalui lokalisasi prostitusi tersebut. Dalam hal ini pemerintah tidak sungguh-sungguh memberantas prilaku asusila tersebut. Konsekuensinya kejadian asusila (baca: seks bebas) akan tetap terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar