Postingan

Hujan dan CLBK

Gambar
bocah yang sedang bermain di bawah hujan. ada seorang lagi tapi tidak sempat tertangkap kamera Hujan. Cucianku tidak segera kering. Padahal awalnya saya optimis akan segera kering karena matahari tampak terik. Entah kenapa tiba-tiba cuaca berubah drastis. Awan tiba-tiba berkerumun di langit dan menutupi mentari. Sinarnya pun terhalangi untuk sampai di bumi. Cucianku yang sedari tadi bersedia menerima teriknya, akhirnya tampak lunglai.  Saya seketika teringat Voldemort dalam serial film Harry Potter. Tokoh jahat yang merupakan musuh Potter ini biasanya kalau datang maka langit akan seketika mendung. Aura gelap dan menakutkan akan menyelimuti bumi. Potter segera waspada. Demikian juga kawan-kawannya seperti Ron dan Harmoni (maaf kalau penulisan nama dan gelar tidak sesuai. Undangan? Wkwk). Kira-kira seperti itu suasananya, meskipun tidak sama persis dengan kedatangan Voldemort. Wkwkwk Saat awan gelap itu mulai tampak, keraguan datang menghampiriku. Kakiku enggan menuju jemuran untuk meng

Kita akan jelek di mata orang yang membenci kita dan sebaliknya

Beberapa malam yang lalu saya diminta oleh kawanku (juniorku) untuk ikut berdiskusi di satu akun media sosialnya secara langsung (live). Topik yang didiskusikan adalah masalah Palestina-Israel yang akhir-akhirnya ini mencuat ke permukaan karena terjadi perang kembali antara pejuang Hamas Palestina dan Israel yang masih melanjutkan penjajahannya.  “Saya tidak paham soal ini kak, makanya saya minta kita untuk berbicara tentang ini. Apalagi temanku  yang akan jadi lawan diskusi ta’ tertarik dengan isu-isu internasional seperti ini” katanya. Teman yang akan jadi partner diskusi tersebut adalah salah satu mahasiswa S2 di Australia dan juga berkebangsaan Australia. Jurusannya juga sama dengan jurusan saya, yakni hubungan internasional. Kami berdiskusi ‘live’ yang menurut rencana awal di media sosial Instagram (IG). Tapi akhirnya kami pindah ke platform media sosial lain karena ada salah satu teman kawan dari Australia ini yang ikut dalam diskusi kami berbuat jahil.  Tindakannya menurut kami

Harapan kami di kampung tentang kapal laut

Gambar
Sabuk Nusantara 44 Saya teringat apa yang dikatakan oleh orang-orang satu kampungku dulu, termasuk saya sendiri juga yang mengatakannya. Bahwa seandainya ada kapal Pelni yang memiliki rute perjalanan dari Tomia ke Kota Bau-bau atau sebaliknya, maka orang-orang akan rajin berlayar menggunakannya.  Dikatakan seperti itu karena saat itu cukup sulitnya berangkat menggunakan kapal kayu yang dipakai selama ini oleh orang Tomia (kampungku). Bau-bau juga saat itu dan sampai sekarang merupakan tujuan penting orang-orang di kampungku. Dulu kita masih menggunakan kapal kayu dengan fasilitas seadanya. Kalau kita naik ke kapal, maka kita ke tempat tidur dan menunggu sampai kapal tiba di tujuan. Ruang gerak kita hanya sedikit. Palingan hanya ke anjungan kapal atau di dek atas. Dan jenis kapal ini sebenarnya masih ada sampai sekarang. Kita kembali ke pernyataan dan harapan orang-orang Tomia tadi. Akhirnya doa mereka terijabah oleh Allah. Alhamdulillah. Sekarang telah ada kapal yang cukup besar sejeni

Topeng babi ngepet

Babi kerap disalahkan ketika ada yang kehilangan uang secara misterius. Banyak yang meyakini bahwa hewan ini sebenarnya adalah jelmaan manusia yang punya ilmu hitam untuk mencuri uang. Kalau saya sih belum yakin perihal ini, soalnya baru sebatas cerita dari orang maupun dari acara-acara televisi. Karena babi ini jadi-jadian, maka disebutlah dengan sebutan babi ngepet. Saya juga tidak tau dari daerah mana asal mula cerita ini. Baru-baru ini, kasus babi ngepet muncul dan menghebohkan kabar di media mainstream dan media sosial. Disitu diberitakan bahwa ada babi yang dipukul dan dibunuh oleh masyarakat karena dicurigai sebagai biang keladi dari hilangnya uang salah seorang warga. Keyakinan masyarakat itu dihembuskan oleh orang yang di kampungnya dikenal sebagai “ustad”.  Belakangan setelah viralnya kabar ini, ada pihak terutama dari pecinta hewan mengecam warga yang melakukan pembunuhan terhadap hewan malang tersebut. Setelah kabar ini bergulir dan terus bergulir, akhirnya ketahuan sebab m

Ibu penjual sayur, just do it

Biasanya lagi duduk menikmati pagi di bulan ramadhan seperti ini, terdengar ibu-ibu penjual sayur menjajakan barang dagangannya. Mereka biasa menggunakan kode-kode khusus agar diketahui oleh orang yang nantinya akan membeli sayurnya atau tidak. Misalnya dengan berteriak “Sayur,,, sayur,, sayur,,,”. Bagi orang-orang yang sudah terbiasa mendengar para ibu penjual tadi maka akan sangat mengenal cara mereka memberitahu calon pembelinya. Saya selalu kagum pada mereka. Suara mereka menjadi pemecah keheningan pagi. Apalagi setelah sahur dan menunaikan shalat subuh, banyak orang yang langsung melanjutkan tidurnya yang mungkin belum cukup di malam harinya. Tapi, para ibu penjual yang keren itu, tidak melakukan hal yang sama. Mereka justru bersemangat mencari rezeki tanpa harus tidur pagi. “Inikan bulan puasa, kok jualan pagi-pagi? Kan orang habis makan sahur” demikian pikiranku di awal-awal ketika baru pertama kali mendengar para ibu tadi menjajakan aneka sayur miliknya. Saya coba berpikir posi

Uang Pun tidak mampu membayarnya

Gambar
sisa takjil yang sebagiannya sudah dimakan. ada juga tadi segelas bubur. Setelah hujan adalah momen yang menurut saya cukup tenang. Apalagi jika momen itu terjadi di sore hari dan sore ini momen itu terjadi. Saya dan istri mengendarai motor untuk membeli sesuatu. Sesuatu yang dimaksud adalah buka puasa. Atau istilah populernya di Indonesia adalah takjil. Banyak yang menjual jenis-jenis buka puasa ini. Berjalan di sepanjang jalan, selalu terlihat ada yang menjual di pinggir jalan. Apalagi di lokasi yang sering digunakan untuk jual-beli seperti pasar. Sangat banyak. Hujan baru saja usai. Tanah masih lembab. Beberapa jalan ada yang tergenang. Tapi aroma hujan dan suasana ketenangan masih lebih dominan saat itu. Selain itu, bulan ramadhan semakin menambah suasana itu menjadi lebih syahdu. Bulan yang dikenal dengan bulan penuh berkah dimana banyak hal baik yang terjadi pada bulan ini.  Misalnya saat sedang naik motor dan berhenti di salah satu lampu lalu lintas karena sudah menyalakan lampu

Bertanggung jawab atas tubuh saya

Saya seperti orang yang sesak napas. Saya sibuk sekali akhir-akhir ini. Tugas kuliah cukup menumpuk. Selesai satu, menunggu yang satu lagi. Dan yang lainnya lagi sedang menunggu antrian dan bahkan saya sementara ini saya sedang siap-siap mengerjakan tugas selanjutnya. Tugasnya pun tidak seringan tugas saya saat kuliah mencari gelar sarjana dulu. Ini lebih berat. Mungkin karena levelnya adalah magister. Sebenarnya, tugas banyak atau besar bisa menjadi lebih ringan jika dibagi menjadi beberapa bagian. Ukuran besar dipotong menjadi ukuran-ukuran yang lebih kecil. Hal lain juga adalah manajemen waktu. Mengatur waktu adalah skill berharga yang harus dikuasai. Tidak semua orang bisa mengendalikan skill ini dengan baik. Saya termasuk salah satu orang yang masih berjuang untuk ahli di bidang ini. Belum lagi, hal yang perlu dipahami bahwa memanfaatkan waktu bekerja misalnya, tidak berarti telah menggunakan waktu sebaik mungkin. Karena ada perbedaan bekerja produktif dan tidak produktif atau asa