Postingan

Saling Memahami Itu Penting; Cerita Bersama Teman Amerika

Gambar
Saya dan kawan-kawan saya di komunitas “MAKES” (terkait komunitas ini, silahkan baca ini) punya beberapa teman dari Amerika. Awal perkenalan kami dengan mereka ketika mereka hadir berdiskusi di komunitas kami. Mungkin karena tertarik dengan materi-materi diskusinya atau juga karena mereka suka berteman sehingga mereka sering hadir. Akhirnya mau tidak mau kami saling akrab.
Apalagi mereka tinggal di Makassar untuk sementara waktu. Saya kurang tau berapa lama mereka telah berada di Makassar, yang sebenarnya saya sudah tanyakan sebelumnya tapi saya sudah lupa. Pastinya, mereka sudah tinggal lebih dari setahun bahkan mereka juga sudah bisa berbahasa Indonesia meskipun belum begitu baik. 
Banyak hal-hal baru yang kami pelajari dari mereka yang berasal dari budaya, agama serta latar belakang berbeda. Mereka pun demikian. Mungkin di banyak tempat, perbedaan mengakibatkan konflik tapi tidak dengan kami. Kami justru menggunakan perbedaan sebagai sarana untuk saling memahami dan belajar dan akhir…

"Makes" dan Artikel Terakhir di 2019

Gambar
Assalamualaikum wr.wb. Halo, lama tak jumpa. Saya tidak setia dengan komitmenku dulu bahwa saya akan rajin menulis di blog ini. Tapi tiba-tiba kesadaran itu muncul kembali, akhirnya saya berniat memulai lagi. Semoga Allah terus mengingatkan saya dan memberi saya kekuatan untuk tidak malas dan mewujudkan rencana saya. Aamiin.
Sengaja saya cantumkan gambar artikelnya karena bagi saya ini penting. Pentingnya adalah ini artikel terakhir yang didiskusikan oleh teman-teman “Makes” di tahun 2019. Kebetulan juga pertemuan (meeting) terakhirnya di penghujung 2019 yakni Selasa, 31 Desember. Saya sengaja menulis untuk meeting terakhir ini karena saya ingin menutup diskusi di komunitas ini dengan tulisan saya. Kan kedengaran keren begitue. hahaha.
Mungkin ada teman-teman yang bingung dengan “Makes”. Saya jelaskan. Makes (Al Markaz for Khudi Enlightening Studies) adalah organisasi belajar dan sosial yang berada di Kota Makassar. Salah satu program kerjanya yang juga merupakan program kerja menonjol …

Saya mengikuti nasihat Imam Syafii saja

Beberapa hari saya terjebak dalam diskusi/debat di media sosial. sebenarnya tidak cocok saya sebut terjebak karena saya sengaja lakukan. Saya punya tujuan tertentu. 
Dan kadang juga geram melihat tulisan yang menurut saya salah dan memprovokasi dimana korbannya adalah orang-orang yang tidak punya kemampuan berpikir kritis. Mereka menerima begitu saja, apalagi sejak awal pengetahuan tentang perihal tersebut memang tidak ada. Karenanya, saya merasa punya kewajiban untuk mengomentari dan memberikan bukti (data) agar argument saya lebih kuat.
Beruntunglah kalian yang punya lawan diskusi adalah orang-orang yang paham materi dan berjiwa besar menerima kekuarangan diri sendiri dan kebenaran argument pihak lain (tentunya sebaliknya juga harus berlaku untuk diri sendiri). Jika tidak, anda akan repot sendiri. Bahkan akan ikut-ikutan dalam debat kusir yang tidak substansi. 
Ini yang saya hadapi dan memang dari dulu orang-orang seperti ini di media sosial sangat banyak (saya tidak bermaksud angk…

Tidak Semua Pembaca Adalah Pemimpin Tapi Semua Pemimpin Adalah Para Pembaca

Tiba-tiba saja teleponku berdering saat saya lagi asik berdiskusi di media sosial dengan orang yang tidak pernah ku temui langsung. Mataku segera ku palingkan mencari sumber suara yang disertai dengan rasa penasaran yang ternyata tergelatak sangat dekat dengan kakiku. Terlihat nomor baru yang tidak ku kenal. Ku angkatlah telpon itu. “Halo” kataku sembari menebak siapa orang yang telah menghubungiku
“Ini dengan bapak Marwan”. Saya langsung mengiyakan. Dia memperjelas lagi dengan menanyakan alamat rumah tempat saya tinggal. Tapi alamat yang disebutkan terasa asing karena  bukan tempat saya berkediaman selama ini. Untuk menuntaskan dahaga penasaran, saya kembali memperjelas. “Ini dengan siapa?” tanyaku di ujung telepon. 
“Saya dari pengiriman, ini ada kiriman buku. Tapi saya bingung alamat ini dimana ya. Apa ini sudah cocok” lanjutnya sembari menyebut nama alamat yang dibacanya dari sampul buku yang digenggamnya. Ternyata itu adalah alamat beberapa kawanku tinggal.
Lidah saya ingin kemb…

Azzam menulis dan Iman

Bismillahirrahmanirrahiim... Baiklah. Saya harus benar-benar kuatkan azzam (niat) untuk menulis kembali terutama menulis di blog ini. Mungkin kalau teman-teman membaca tulisan-tulisan saya di blog ini, telah sering tulisan yang berisi deklarasi diri untuk kembali menulis. Tapi sayang, niat itu tidak begitu lama bertahan. Saya menyerah dengan berbagai tantangan yang menghampiriku terutama lemah dihadapan rasa malas.
Saya kembali menyadari bahwa saya memiliki passion dalam menulis. Telah banyak track record saya dalam menulis dan sering mendapat apreasiasi dari pembaca (semoga bukan riya. Sekali lagi sungguh sayang, saya belum mengeksploasi dan mengembangkannya hingga taraf yang tak terhingga. Hehe. Karenanya, bismillah. Saya akan dan terus melakukan itu. Insya Allah. Semoga Allah terus menguatkan istiqomah ini dan meluruskan niat ini.
Mungkin itu cukup pengantar saja. Saya ingin mengurai tentang iman yang pergulatanku dengannya cukup intens beberapa hari terakhir ini. Bagaimana manusi…

Making Online Mass Media

Finally, I decided to make an online news portal. At the time, I thought that I need mass media for addressing much news based on my view. Indeed, I also aim to business interest because it cannot deny that mass media can exist with help of money, even the soul of mass media is money.
Online mass media is important amid the development of technology especially the internet. Most of the people across the world are with the internet or connected their activities to the internet. Getting information is one of the daily life agenda, even despite not asking for getting it, the news will come automatically with many social media we use.
The increasing number of internet user should be utilized for running our agenda. As we know, online media is part of the tool to promote and create public opinions. Moreover, seekers of information nowadays use smartphone rather than watch television and read newspaper. Being easy and simple is the main reason to replace the two facilities in looking for …

Attending a seminar of Import

Do you know about import? I mean how to import stuff with many requirements. Several days ago, I joined in the seminar of import conducted by a company for serving people to import something. I attended the seminar to know deeply what import is. All the time, I consider that import is complicated doing for those who want to build a business. And until the end of the seminar, my thought about import is still complicated. Haha... let’s see.
With modern business system nowadays with many technologies especially internet, people are able to buy something in different method, not traditional way in which between seller and buyer should meet directly. Yet, the transaction of both has been changing drastically. The Internet has been facilitating people for making trade easier, without meeting directly in the real world. For instance, I believe most Indonesians have known the online shop. For those who want to buy any good will use that platform. Also, sellers will post their stuff on the pl…