Selasa, 13 Juli 2010

Sedikit Tentang Hidup

Hidup memang penuh tantangan. Setelah selesai satu datang lagi hingga membuat orang bingung. Kadang membuat banyak orang bertanya kembali tentang apa sebenarnya arti kehidupan ini? Ragam perspektif mengeluarkan argumennya. Baginya hidup itu adalah perbuatan, bagi mereka hidup adalah menyelesaikan masalah, dan bagiku hidup adalah pertarungan.

Bagi mereka, melihat hidup adalah masalah maka dia akan terus mengeluh tentang hidup hingga tak jarang akan terdengar pertanyaan, mengapa? Baginya hidup bagi neraka dunia yang hanya penuh dengan penderitaan bahkan keputus asaan. Bahkan untuk menciptakaan hidup tanpa penderitaan mereka berpendapat untuk melakukan tindakan ekstrim dengan mengahiri hidup (bunuh diri) untuk mencapai kehidupan yang sesungguhnya atau kehidupan tanpa masalah.

Baginya, melihat hidup adalah sebuah festifal yang harus dilaksanakan. Karna tanpa pelaksanaan maka kita tak ada bedanya dengan makhluk tak bernyawa yang hanya pasif. Baginya, hidup perlu digerakkan karna tanpa gerak maka tidak ada kehidupan. Perspektif ini sebenarnnya dualisme karana kehidupan yang dibangun tidak memiliki tujuan yang jelas dalam hal ini apakah perlu di arahkan kekanan atau kekiri.

Bagiku, hidup adalah kompetisi. Berarti ada sebuah pertarungan. Perspektif ini mungkin akan mempertegas perspektif hidup menurutnya karna perspektif ini sudah menjelaskan tentang kompetisi tentang hidup yang akan dijalani. Berbincang masalah kompetisi berarti kita akan melihat ternyata ada yang ingin memenangkan sebuah pertarungan. Ini mempertegas tentang arah hidup jadi sangat berbeda dengan hidup baginya dan hidup bagi mereka. Hidup memang penuh masalah tapi sesunggunnya tak perlu mengeluh terhadap masalah karna sesungguhnya itulah bunga dari hidup. Karna tanpanya hidup bagaikan keheningan yang tak bermakna. Masalah adalah alat untuk mematangkan cara berpikir kita yang akan termanifestasikan dalam tindakan kita. Memaknai hidup membuat kita lebih tau dan akan menghargai hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar