Rabu, 04 Agustus 2010

Potret Ideologi Dunia Kontemporer

Sekedar prolog bahwa tulisan ini akan memulai dari pasca perang dunia kedua. Ketika itu negara-negara terjajah yang umumnya adalah tergolong negara dunia ketiga telah terlepas dari jeratan kolonialisme (penjajahan). Pada saat yang sama dunia seolah terbagi menjadi dua belahan bumi yaitu antara dunia (blok) barat dan dunia (blok) timur yang saling bertentangan. Masing-masing direpresentasikan oleh dua kekuatan negara yaitu Amerika yang berideologikan kapitalisme dan Uni soviet yang berideologikan komunisme.

Jika dalam perang dunia ke-I dan ke-II adalah perang fisik namun telah tergeser keperang non fisik yang dikenal dengan perang dingin. Pertarungan antara dua kekuatan besar ini sangat sengit karna akan berimbas pada sebuah penguasaan dunia dengan arah tatanan sosial yang tunggal. Masing-masing ideologi menawarkan cita-cita kehidupan yang berbeda. Amerika beserta negara-negara Eropa barat yang mengagung-agungkan kebebasan yang berujung pada indiviualisme sedangkan Unisoviet beserta negara-negara Eropa timur sangat merindukan kehidupan yang kolektif.

Dimana posisi Negara dunia ketiga? Semua negara dunia ketiga (negara yang baru terlepas dari penjajahan) tidak berada di antara kedua blok yang berseteru. Bahkan hanya mengklaim diri sebagai negara non-blok. Pada masa kolonialisme mereka adalah koloni dari mayoritas negara-negara eropa barat. Alasan ini meyebabkan ketakutan bagi negara blok barat karna asumsi mereka negara-negara bekas koloninya akan mengadopsi ideologi komunisme yang dipakai oleh blok timur. Ternyata asumsi tersebut tidak jauh meleset dan merealitas.

Keadaan ini membuat negara-negara blok barat tidak tinggal diam. Ketakutan mereka berusaha melahirkan ide-ide untuk melakukan invasi kembali. Melihat kondisi negara yang sedang berada pada fase transisi (labil) maka hal ini dijadikan peluang untuk menyuntikan ideologi liberal-kapitalisme. Pasca kolonialisme (perang dunia ke dua) negara-negara bekas jajahan ini mulai merekonstruksi tatanan kehidupan yang baru. Namun hal tidak semudah membalikan telapak tangan karna basis finansial sangat dibutuhkan sedangkan dunia ke tiga tidak memilki finansial yang cukup. Momentum inilah yang dimanfaatkan oleh Amerika dan negara-negara Eropa barat untuk menarik negara dunia ketiga pada ideologi kapitalismenya dengan memberikan pinjaman utang.

Selain itu mereka juga (baca: negara blok barat) mengirimkan virus liberalisme pada negara-negara blok timur. Di tambah lagi kondsi internal blok timur mengalami gejolak konflik. Singkat cerita dunia telah dikuasai oleh kekejaman kapitalisme dan Unisoviet telah runtuh.

Kekalahan blok timur (negara dunia ke dua) membuat kapitalisme semakin memperlebar sayapnya. Dukungan sains dan teknologi telah menjadikan mereka semakin kokoh dan berusaha melakukan hegemonik. Keadaan ini membuat mereka semakin tak tertandingi karna semua negara telah terperangkap dalam dominasinya.

Kekuatan modal adalah kunci utama dari kejayaan kapitalisme. Karna di semua sektor kehidupan modal (uang) adalah kebutuhan yang sangat urgen untuk merealisasikan semua cita-cita pembangunan. Dengan modal juga, kapitalisme membuat IPTEK semakin berkembang dan sebaliknya keduanya saling bersinergi. Namun dengan kekuasaan yang mereka miliki menjadikan IPTEK sebagai alat rasionalisasi untuk mengembangkan dan melegitimasi eksistensinya. Akibatnya status quo- pun selalu terlestari.

Dalam dinamikanya, kapitalisme bermetamorfosis merubah topeng menjadi globalisasi, moderenisasi, westernisasi, ataupun neoliberalisme. Beberapa term tersebut adalah kulit yang memiliki inti yang sama yaitu kapitalisme. Dalam perkembanganya juga ternyata kapitalisme telah melahirkan ketidak-adilan, penindasan, penjajahan, eksploitasi, pencemaran lingkungan, dan berbagai ketimpangan sosial lainya. Sehingga muncul berbagai kecurigaan dari seluruh masyarakat dunia terlebih para kaum intelektual. Berangkat dari kecurigaan ini maka berbagai wacana tanding yang mengaktualisasi menjadi gerakan kritis menentang kapitalisme mulai bermunculan.

Belajar dari kekalahan pada perang dingin, sosialis-komunisme berusaha dimunculkan kembali sebagaimana pernah diterapkan oleh Uni soviet dan negara Eropa timur dahulu. Gerakan ini menamakan diri sebagai marxisme karna prinsip ideologi gerakannya tidak menghilangkan ide dasar dari pemikiran komunisme karl marks. Gerakan lain juga adalah gerakan dari kaum agamawan (teologi pembebasan) yang merasa terancam oleh ekspansi kapitalisme. Selain bermuatan sekuler kapitalisme juga telah berusaha menjadi agama baru yang telah mengkaburkan bahkan menggantikan nilai-nilai agama menjadi tujuan profit (materi).

Selain itu gerakan kultural (tradisional) juga menjadi warna dalam ideologi kritik kemapanan kapitalisme. Gerakan ini merasa bahwa kehidupan egaliter yang dimilki oleh masyarakat tradisional telah tergantikan dengan kehidupan individulisitis kapitalisme. Contoh yang telah melakukannya adalah yang terjadi pada gerakan Zapatista di meksiko. Bukan hanya itu, gerakan lingkunganpun dilakukan. Lingkungan (alam) pada mulanya merupakan bagaian dari kehidupan saling bersinergi dengan manusia kini telah beubah menjadi bencana karna ekploitasi kerakusan kapitalisme.

Ideologi yang berusaha melakukan hegemoni yang membawa manusia pada satu dominasi tunggal telah mengalami respon kritis. Gerakan anti kemapanan (status quo) kapitalisme telah banyak terjadi. Hal ini dilakukan karna cita-cita kapitalisme telah terbukti menyengsarakan masyarakat dunia. Terbukti dengan berbagai gerakan agama (teologi pembebasan), kultural, marxisme, gerakan lingkungan dan masih banyak lagi yang serupa. Meskipun dalam metodolgi gerakannya berbeda namun semua gerakan ini adalah berbasis pada ideologi anti kapitalisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar