Rabu, 24 November 2010

Hikmah Idul Adha

Sebelumnya saya kembali menyapa membaca dengan ucapan, selamat hari raya Idul adha 1431 H mohon maaf lahir dan batin dan semoga kita selalu dalam lindungan_Nya. Di sini sedikit akan membahas seputar hikmah Idul Adha. Idul adha biasa dikenal dengan hari raya kurban. Dimana hari raya ini ditandai dengan pemotongan hewan qurban untuk dibagikan kepada saudara-saudara yang berhak mendapatkannya.

Inilah keunikan dari hari raya Idul adha yang membedakan dengan hari raya Idul fitri. Selain itu, kalau Idul fitri dikenal dengan pembagian zakat (harta benda) maka Idul adha dengan pembagian daging hewan kurban. Namun selain perbedaan, keduannya memiliki persamaan yaitu sama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia yang nantinya akan berimplikasi keterjalinan silaturahim.

Perintah berkurban, diceritakan pada sejarah nabi Ibrahim as dan anaknya Sulaiman as. Ketika Allah swt memerintahkan Ibrahim as untuk menyembeli putra kesayangannya maka beliau melaksanakannya dengan ikhlas karna cintanya kepada sang Maha kuasa. Dan Ismail as pun mengikhlaskan dirinya disembeli demi menunaikan cintanya pula kepada Allah swt. Saat penyembelihan dilaksanakan tiba-tiba nabi Ismail as, dengan kekuasaan Allah digantikan dengan seekor hewan kurban. Demikianlah sedikit cerita tentang awal perintah untuk berkurban.

Dari cerita sejarah tersebut telah menjelaskan beberapa pelajaran kepada umat manusia. Ibrahim as mengorbankan cintanya kepada satu-satunya anak kesayangannya, Ismail as. Cinta kepada Maha Kuasa melebihi cintanya kepada dunia (anaknya). Aktualisasi dari cinta tersebut telah melepaskan dan membebaskan diri dari nafsu-nafsu dunia yang menyesatkan. Hewan kurban sebagai simbol bahwa nafsu hewani yang sering mendominasi manusia harus ditinggalkan. Setalah penyembelihan dilakukan kemudian didistribusikan kepada saudara-saudara yang berhak untuk menerimannya. Pendistribusian daging kurban ini mengajarkan kepada manusia agar saling memberi terhadap sesama sehingga silaturrahim selalu terjalin.

Seandainya semua manusia dapat mengambil pelajaran dari perayaan hari raya Idul adha ini, maka saya yakin dunia ini akan hidup dalam keharmonisan. Kemiskinan dan korupsi tidak akan ada. Konflik SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) tidak akan terjadi. Manusia hidup dalam naungan kasih sayang yang tulus. Singkatnya semua bentuk-bentuk eksploitasi manusia maupun terhadap alam tidak akan terjadi.

Salam Pembebasan

Kutulis demi perubahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar