Minggu, 07 November 2010

Indonesia Perlu Merenung

Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia dihampiri oleh runtutan bencana alam. Dari banjir bandang wasior, gempa (tsunami) mentawai dan yang terakhir merapi yogyakarta yang waktunya hampir bersamaan dengan gempa mentawai. Ketiga bencana alam ini seolah memberikan peringatan kepada kita tentang kemarahan alam terhadap bangsa kita. Alam mencoba menyeimbangkan dirinya yang menimbulkan efek negatif bagi masyarakat Indonesia.

Belum lagi dengan permasalahan bangsa ini. Perjalanan pemerintah sebagai kepercayaan rakyat untuk menata kehidupan bernegara telah menampakan kelemahannya. Rakyat miskin, tindakan kriminal terjadi di mana-mana, hukum yang cacat, pendidikan yang bobrok dan masih banyak lagi. Hal inilah yang harus kita renungi bersama. Masalah-demi masyalah menghampiri negeri ini. Tentunya ada yang salah dengan apa yang pernah kita lakukan.

Al-Quran menjelaskan kepada kita dalam Q.S al-Ruum (30:41.) "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa sesungguhnya bencana yang terjadi adalah karna ulah menusia. Gempa wasior, tsunami mentawai dan merapi Yogyakarta tidak lain karna Allah memberikan peringatan kepada hambanya yang telah menyimpang dari perintah dan larangannya. Ketika semua manusia merusak alamnya, sibuk mencarai dunia, tokoh agama hanya sibuk dengan urusan pribadinya, agama telah di salah gunakan, korupsi pemegang amanah rakyat, pemimpin menyalahi amanah rakyat maka Allah menurunkan azabnya sebagai sinyal bahwa ada yang salah dari apa yang telah kita perbuat. sebagaimana analogi yang diberikan Nabi Muhamammad saw dengan sebuah kapal yang berlantai dua. Lantai pertama terdapat orang yang zalim sedangkan lantai kedua terdapat ahli ibadah. Ketika orang zalim membocori lubang kapal maka semuannya akan tenggelam.

nb: telah di posting di http://ngurunto.blogdetik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar