Kamis, 11 November 2010

Kedatangan Obama, bukti Lemahnya Indonesia

Tepatnya hari selasa 9 november kemarin, Indonesia kedatangan tamu besar dari Negara adi daya Amerika serikat. Tamu itu adalah presiden Amerika serikat, Barack Obama. Sebenarnya kedatang tersebut adalah rencana ke tiga yang terealisasi karna rencana sebelumnya juga di batalkan. Kedatangan orang nomor satu Amerika ini menimbulkan respon yang kontroversi di masyarkat Indonesia.

Yang menolak kedaangan Barack Obama di antaranya menggap kedatangannya tidak memberi arti apa-apa bahkan dianggap membahayakan bagi Indonesia karana akan membuat kesepakatan bilateral yang cenderung merugikan Indonesia. Lagi pula janji yang selama ini di gagas untuk tidak terlibat dalam konflik dan menarik pasukannya (mendamaikan) dari timur tengah, tidak terlaksana. Namun di satu sisi kedatangannya banyak di harapkan oleh masyarakat Indonesia. Mereka melihat bahwa orang nomor satu Amerika ini akan membawa kerja sama yang baik di antara kedua Negara. Lagi pula Barack Obama pernah mengenyam pendidikan di Indonesia sehingga kunjungan ini dianggap sebagai ajang untuk lebih mempererat persaudaraan kedua negara.

Terlepas dari itu semua, kita harus melihat bahwa betapa euforinya masyarakat Indonesia dalam menyambut kedatangan presiden Amerika ini. Bahkan pembicaraan dan pemberitaan tentang bencana alam yang tengah menimpah Indonesia pun seakan-akan istrahat sejenak. Ekspresi euforia ini mengatakan kepada kita bahwa begitu pentingnya perwakilan Amerika ini. Juga menjelaskan betapa besar dan kuatnya Negara yang di pimpin oleh Barack obama ini (baca : Amerika ). Hal ini mempertegas keberadaan Indonesia sebagai negara yang masih tersubordinasi dari Amerika. Meskipun tidak bisa dinafikan keharusan saling membutuhkan dalam dinamika kehidupan global namun kita membuktikan kepada Amerika bahwa Negara kita sangat tergantung padanya. Lihat saja, rencana kedatangan presiden Amerika yang dibatalkan dua kali sangat disayangkan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Lalu, kenapa Amerika begitu di kuat dan Indonesia begitu tergantung padanya? Tentunya mereka memiliki sesuatu yang menjadikan negaranya kuat dan sangat digagumi Indonesia bahkan Negara lainnya di dunia. Sebagaimana kita ketahui, Amerika di kenal dengan Negara super power. Negara memiliki kekuatan ekonomi dan IPTEK yang membuat dunia terkendalikan olehnya. Bahkan tak sedikit Negara di dunia yang berpatron padanya karna hegemoni yang di cengkrangkamkannya pada dunia.

Inilah pelajaran yang penting bagi Indonesia terhadap kedatangan presiden Amerika tersebut. Kita harus lebih keras lagi berusaha untuk menjadi Negara yang sangat di perhitungkan dalam percaturan dunia. Dan seandainya Indonesia memiliki kekuatan yang besar maka tidak akan sangat tergantung pada Amerika bahkan akan terjadi sebaliknya.

Tapi sayangnya kekuatan yang kita miliki yaitu kekayaan alam yang melimpah hanya lebih besar di manfaatkan oleh Amerika (dengan korporasi-korporasinya). Bahkan dengan kekayaan alam, kita semakin di jajah oleh bangas asing. Dan seorang pakar Pembangunan dan Ekonomi Global pada Brookings Institution AS, Lex Rieffel, mengatakan sumber daya alam Indonesia hanya menjadi kutukan bukan menjadi berkah bagi pemiliknya.

nb : tulisan ini telah di posting di
kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar