Rabu, 03 November 2010

Reshuffle, apakah solusi?

Sudah satu tahun berlalu, presiden sby dan budiono memimpin negeri ini. Berbagai persoalan yang muncul karena kinerja mereka. Rakyat telah melihat dan merasakan tentang kegagalan pada mereka dalam menahkodai negri tercinta ini. Namun mereka tak sendiri, karna setiap sector kehidupan telah ada yang mereka tunjuk sebagai asisten, itulah yang di sebut dengan mentri.

Meskipun ada dua versi yang pro dan kontra melihat perjuangan mereka dalam membangun negeri ini. Namun dominan melihat bahwa mereka tak memberikan perubahan yang lebih baik dan justru keburukan yang di timbulkan. Permasalahan ini kemudian menimbulkan reaksi dari berbagai elemen masyarakat untuk mendesak mentri-mentri yang tergabung dalam kabinet Indonesia bersatu (KIB) jilid II agar segera mundur dari jabatannya. Atau mendesak bapak presiden agar seegra merehuffle mentri-mentri yang dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya.

Pertanyaan yang muncul, apakah setelah melakukan reshuffle kondisi akan menjadi lebih baik? Melakukan reshuffle berarti mengganti jabatan mentri dengan orang yang baru. Namun apakah akan menghasilkan perubahan yang lebih baik? sementara sistem yang kita anut adalah demokrasi liberal. Belum lagi jika pergantian itu tidak menempatkan orang-orang yang professional atau hanya karena alas an politis. Sby tidaklah satu tahun memimpin negeri ini dan mentri-mentrinyapun telah berganti namun kondisi negeri ini bisa dikatakan dalam keadaan yang sama. Oleh karna itu, bagi penulis reshuffle bukan solusi yang komprehensif namun hanya bersifat parsial dan sementara.

nb : telah di terbitkan di http://detiknews.com/ dan telah menjadi pilihan di blok politik. atau untuk lebih jelasnya di http://ngurunto.blogdetik.com/reshuffle-apakah-solusi.html/comment-page-1/#comment-4


Tidak ada komentar:

Posting Komentar