Rabu, 29 Desember 2010

Hujan yang tak Usai dan Global Warming

Dalam beberapa pekan terkahir, Makassar diguyur hujan yang tak kunjung usai. Hal ini wajar terjadi karna momentumnya sudah tepat yaitu musim hujan. Namun menurut saya cuaca ini tergolong ekstrim. Bagaimana tidak, selama beberapa pekan hujan bisa dikatakan tidak perna berhenti. Kalaupun berhenti hanya dalam waktu yang cukup singkat. Apalagi menurut sebagian orang cuaca tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karna harusnya pada akhir bulan Desember ini, intensitas hujan harus sudah berkurang bahkan harus sudah berakhir.

Menyoal hujan yang tak kunjung usai, ini merupakan salah-satu dari sekian fenomena alam. Dalam hukumnya, alam selalu membenah diri ketika dirinya mengalami ketidakseimbangan yaitu dengan mencari keseimbangan. Hujan yang sangat ekstrim ini adalah dampak dari intensitas panas matahari yang sangat. Bumi semakin panas hal ini karna karbon dioksida (CO2) telah banyak diproduksi. Sebagaimana kita ketahui, manusia dalam melakukan proses pernapasannya (respirasi) selalu menghasilkan karbon dioksida. Selain itu, juga dalam pembakaran dalam industri rumah tangga dan penggunaan bahan kimia yang terdapat pada peralatan elektronik dimana bahan ini dapat merusak lapisan ozon yang menahan sinar matahari yang menuju bumi. Tapi aktifitas ini masih dalam kategori yang wajar dan bahkan mesti dilakukan.

Sebenarnya karbon dioksida (presentase terbanyak penyebab panas bumi) dapat dinetralisir oleh adanya oksigen (O2). Jika produksi oksigen jauh lebih banyak maka intensitas panas tidak terlalu banyak. Tapi akibat ulah manusia yang tak mempertimbangakan ekologi sehingga mereka melakukan pembakaran dan pembalakan hutan yang berlebihan untuk kepentingan tertentu. Belum lagi industrialisasi yang berlebihan dengan mengesploitasi alam yang tak mengenal batas sehingga lebih memperparah panas bumi. Hasil gas buang kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbon dioksida juga turut menyumbang panas bumi. Inilah yang terjadi di zaman modern yang biasa dikenal dengan era pemanasan global (Global Warming).

Pemanasan global inilah menyebabkan penguapan dibumi yang berlebih akibat peningkatan suhu bumi. Penguapan ini akan membentuk titik-titik air dan berubah menjadi awan. Dan setelah mencapai klimaksnya maka air itu akan dijatuhkan kebumi atau terjadilah hujan. Artinya musim hujan yang ekstrim ini adalah dampak dari panas bumi yang ekstrim pula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar