Rabu, 29 Desember 2010

Toko Buku, Inspirasiku

Salah-satu cara untuk menghilangkan kejenuhan adalah mencari suasana baru dari rutinitas. Perlu saya ingatkan bahwa rutinitas memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya, membuat kita tidak perlu lagi berfikir tentang bagaimana cara kita untuk melakukan pekerjaan itu sehingga dapat menghemat energi pikiran dan tenaga. Negatifnya, dapat membuat daya kreatifitas menjadi tumpul. Akhirnya sore itu diputuskan untuk mengunjungi toko buku yang bernama Gramedia. Sebenarnya ada beberapa alernatif tempat yang dapat memberikan inspirasi selain toko buku tapi kebetulan ada buku yang ingin dibeli sehingga toko bukulah yang menjadi pilihan.

Dalam toko buku, begitu banyak judul buku yang ada. Produksi pengetahuan terus terjadi yang termanifestasi dalam berbagai judul buku. Membuat saya tertarik untuk memilikinya namun karna tak cukup uang akhirnya untuk memilikinya ditunda sementara. Setidaknya ada beberapa hal (hikmah) yang saya dapatkan ketika saya berada di dalam toko buku ini, yaitu:

Pertama, ternyata untuk menjadi cerdas haruslah memiliki cukup uang. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa inilah kendala saya untuk memiliki buku karna harga buku yang mahal. Logikanya yang dapat memiliki buku dan menjadi cerdas adalah mereka yang memiliki uang (kaya). Oleh karna itu bagi pihak yang ingin mencerdaskan anak bangsa haruslah mempermudah akses terhadap buku-buku.

Kedua, melihat banyak pengunjung dan berbagai spesifikasi buku saya berpikir, ternyata begitu banyak potensi dan bakat yang dimiliki manusia. Ada yang menulis komik, novel, agama, politik dan berbagai jenis buku yang lainnya. Begitu juga para pengunjung bermacam-macam minat tentang buku untuk dibacanya. Saya bertanya pada diri sendiri: apakah potensi masyarakat Indonesia yang berjumlah 230 juta lebih ini sudah di eksplorasi? Coba bayangkan, seandainya semua potensi ini telah diakomodasi maka betapa mempesonanya khasana pengetahuan masyarakat Indonesia.

Ketiga, membuat saya sadar tentang betapa masih kurang pengetahuan yang saya miliki. Judul buku yang terus mengisi deretan rak-rak buku sedang belum semua saya mengetahui isinya. Pengetahuan yang tercipta tertuang dalam bentuk tulisan yang dirangkum dalam buku-buku itu membuat saya termotivasi untuk mengetahuinya. Minat pengembaraan intelektual saya semakin terstimulus untuk menjelajahi belantara pengetahuan.

Keempat, dengan berkunjung ke toko buku dapat memberikan inspirasi baru. Termasuk inspirasi untuk menulis artikel ini. Jebakan rutinitas dapat terlepas dengan mengunjungi gudang pengetauan ini.

Makassar, 29 Desember 2010

ket: telah diposting di www.kompasiana.com/marwan_antopulo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar