Rabu, 12 Januari 2011

Aspal buton, Aspal Dunia

Sungguh banyak karunia Tuhan kepada bangsa Indonesia. Berbagai kekayaan alam yang di berikan, baik di darat maupun di laut. Di laut terdapat pantai yang eksotik dan terumbu karang yang indah. Sedang di darat terdapat hutan banyak kandungan bumi yang dimilikinya. Melihat realitas ini, ada yang mengatakan bahwa Indonesia harusnya menjadi tempat pertolongan negara-negara lain. Namun faktanya sebaliknya.

(gambar: google.com)
Lihat saja, kekayaan alam yang satu ini yaitu aspal di pulau buton. Di dunia ini hanya ada dua aspal alam. Kalau yang biasa di kenal dari pulau Trinidad di laut Karibia. Berikut adalah aspal di pulau buton, provinsi Sulawesi tenggara, lebih tepatnya di kecamatan Pasarwajo.

Fakta tentang aspal buton ini ternyata tak membuat pemerintah tertarik untuk mengelolahnya. Sebenarnya sebelumnya pernah ada perusahaan yang mencoba untuk mengelolahnya namun terhenti di tahun 1970-an. Hal ini disebabkan karna pendapatan tidak sesuai dengan biaya operasi.

Dilihat dari cadangan aspal yang dimiliki, aspal buton lebih banyak dari aspal Trinidad. Aspal buton diperkirakan memiliki kandungan 450 juta ton. Sehingga diperkirakan dapat digunakan sampai 200 tahun ke depan (kompas, 4/1/11).

Kebetulan saya pernah mengunjungi daerah tembang tersebut. Sekarang tengah ada beberapa perusahaan swasta yang mengelolahnya. Daerah aspal maka infra struktur jalannya harus lebih baik. Harusnya kalimat itu terkatualisasi di daerah aspal ini. Namun faktanya tidak demikian adanya. Lihat saja, jalan yang menghubungkan antara kecamatan Pasarwajo dengan ibu kota kabupaten buton tidak layak untuk digunakan sebagai jalan. Padahal infrastruktur jalan sangat berpengaruh pada mobilitas perekonomikan masyarakat setempat.

Kelihatan pemerintah tidak responsif terhadap potensi ini. Padahal masyarakat butuh kerja untuk melepas status penganggurannya. Butuh dana untuk kebutuhan hidupnya. Juga jika hasil bumi ini dikelolah oleh Negara maka akan menyokong APBN. Pemerintah hanya sibuk untuk menderegulasi sehingga imbasnya memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada investor untuk mengesploitasi sumber daya alam kita. Aspal buton hanya contoh kecil dari sekian sumber daya alam Indonesia yang diekpsloitasi oleh swasta.

Makassar, 11 Januari 2011

di kompasiana.com/marwan_antopulo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar