Sabtu, 29 Januari 2011

Ufo, Dajjal dan segitiga bermuda

Dalam buku yang ditulis oleh seorang ilmuwan muslim Muhammad Isa Dawud, kurang lebih menjelaskan tentang fenomena Unidentified Flying Object yang disingkat dengan UFO yang memiliki keterkaitan dengan Dajjal dan segitiga Bermuda. UFO yang diduga sebagai pesawat milik Dajjal memiliki kecepatan yang tak sebanding dengan pesawat buatan manusia sekarang. Menurutnya UFO memiliki pangkalan di ruang dalam segitiga Bermuda.

gambar : goggle.com
Dalam tulisannya, beliau menggunakan referensi diantaranya pengalaman ketika melihat sendiri UFO, manuskrip-manuskrip kuno, Al-Quran, perenungan (analisis) dan pengalaman orang yang pernah melihat UFO. UFO adalah term yang diartikan untuk bnda-benda angkasa yang tak memiliki identitas sehingga di katakan pesawat luar angkasa. UFO adalah pesawat masa depan yang memiliki tekhnologi tinggi. Artinya pengetahuan yang memproduksi pesawat itu adalah pengetahuan yang telah maju dibanding pengetahuan manusia sekarang.

Dajjal dalam perspektif islam adalah manusia yang akan hadir menjelang kiamat besar.
Dajjal akan membawa dan mengajak manusia berpaling pada Tuhannya. Dalam buku itu Dajjal dijelaskan telah hidup namun keberadaannya belum diketahui secara pasti. Dia adalah manusia yang bisa dikatakan sebagai manusia yang bersekutu dengan raja iblis sehingga dia disebut dengan manusia stengah iblis.

Kecerdasan Dajjal melebihi manusia sekarang. Jika manusia sekarang menemukan tekhnologi pesawat maka dajjal telah menemukannya 100-200 tahun yang lalu. Artinya analisis manusia sekarang belum secara pasti mampu menjelaskan teknologi yang diciptakan oleh dajjal, termasuk UFO.

Terkait dengan penemuan crop circle di ladang sawah, di Daerah Istimewah Yogyakarta ini memiliki keterkaitan dengan UFO. Namun hal itu dibantah oleh tim dari lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN). Dengan bukti-bukti yang didapatkan misalnya crop circle memiliki titik tengah yang merupakan bekas pipa atau benda yang dapat digunakan sebagai pusat dari lingkaran untuk membuat crop circle sehingga mereka memastikan bahwa crop circle bukanlah jejak pendaratan UFO.

Namun ada juga yang meyakini crop circle sebagai jejak UFO. Mereka menyatakan sangat kecil kemungkinan manusia membuat membuat jejak itu dalam waktu semalam. Karna pada sore hari crop circle belum ada dan pada ke esokan harinya jejak itu telah ada. Lagi pula alam semesta ini telah ada sekitar 4,5 miliar tahun yang tak sebanding dengan kehidupan manusia yang diperdiksi baru sekitar satu juta tahun, ditambah lagi bumi hanyalah salah-satu benda angkasa yang ada di galaksi bima sakti (satu dari miliaran galaksi di alam semesta), kompas, 26/01/11]. Dengan ini tentunya akan banyak misteri yang tersembunyi yang belum terungkap oleh pengetahuan manusia yang terus mecari ini. Apa lagi pengetahuan manusia kontemporer banyak terjebak pada logika empiris-positivistik yang cenderung tidak membenarkan hal yang bersifat gaib maka konsekuensinya akan tidak mempercayai keberadaan UFO tersebut. Hal ini juga relevan dengan pendapat Muhammad Isa Dawud dalam bukunya yang membahas tentang hubungan Dajjal, UFO dan segitiga bermuda. Dimana ilmuwan muslim ini menjelaskan bahwa Dajjal adalah manusia cerdas yang mampu membuat tekhnologi yang belum mampu di ciptakan oleh manusia sekarang. Artinya analisis ilmuwan sekarang sedikit kemungkinan akan mampu menjelaskan tentang kemampuan pesawat yang diduga milik Dajjal itu (UFO).

Lihat saja, telah banyak kapal laut dan pesawat udara yang hilang di area segitiga Bermuda. Kapal-kapal dan pesawat itu hilang tanpa meningalka jejak. Ilmuwan sekarang tidak secara pasti menjelaskan dimana keberadaan kapal dan pesawat. Tapi menurut Muahammad Isa Dawud diduga disembunyikan disebuah ruang yang diciptakan oleh Dajjal dengan kecerdasan yang tinggi yang belum dimiliki oleh manusia sekarang. Dan ruang itu adalah segitiga bermuda. Apa lagi crop circle bukan hanya di Indonesia ditemukan namun di Amerika dan Eropa pun telah banyak ditemukan. Ini mengindikasikan bahwa jejak itu adalah berasal dari sumber yang sama.

Makassar, 26 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar