Minggu, 20 Februari 2011

Ingin ke Amerika

Negeri yang dikenal sebagai negeri paman sam ini terkenal dengan demokrasinya. Bahkan hampir setiap negara di dunia menjadikannya sebagai contoh model demokrasi. Namun realitas kebijakan luar negerinya tidaklah demikian. Amerika justru terlihat diskriminatif terhadap kelompok atau negara yang merugikan mereka. Dengan ini demokrasi Amerika sering disebut dengan demokrasi berwajah ganda. Demokrasi yang hanya dijalankan jika memihak kepada mereka dan tidak akan dijalankan jika merugikan mereka.

Terlepas itu, ketika mendengar cerita dari dosen yang usai pulang dari studi di Negara tersebut. Paradigma
saya melihat sisi lain. Menurut cerita seorang dosen, dalam negeri Amerika sungguh kebasan mengespresikan hak asasi manusia itu sangat di junjung tinggi. Memang, jika orang islam yang memasuki negara ini sangat diperketat bahkan harus mengalami pemeriksaan yang menunutut berbeli-belitnya prosedur. Tapi ketika kita telah mampu melewati pemeriksaan maka kita akan bebas menjalankan hak-hak kita. Dan mereka katakan ‘kamu sekarang bebas dan kami berkewajiban melindungimu’.

Kekagumanku juga terletak pada dunia pendidikannya. Dari segi fasilitas negara paman sam ini sangat jauh di depan dibanding negari kita Indonesia. Buku-buku, tekhnologi, manajemen birokrasi pendidikan dan semua hal yang berhubungan dengan pendidikan sangat menggugah untuk dikunjungi. Bahkan buku-buku karya anak Indoensia ada di perpustakaan dalam universitas. Padahal di Indonesia sendiri masih banyak perpustakaan sekolah atau kampus yang tidak memuat buku hasil karya anak negerinya. Sungguh ironis…!!!

Saya kadang bertanya dalam hati, ‘bagaimana Indonesia mau maju? Sementara Negaranya sendiri masih lamban memenuhi kebutuhan pendidikannya’. Namun perlu dimaklumi juga, Indonesai memperoleh kemerdekaan jauh lebih lama di banding Amerika. Apalagi kebebasan berdemokrasi baru ditegakkan belumlah lama yaitu sejak era reformasi sebagai akhir dari rezim orde baru (tahun 1998). Tapi sebagai negara yang ingin maju harusnya menjadi motivasi untuk meraih kemajuan dimasa depan. Jika tidak maka kita akan selalu menjadi negeri pengekor dan akan selau tergantung pada negeri yang lebih maju termasuk Amerika.

Makassar, 19 Februari 2011

2 komentar:

  1. Saya doakan biar kawan bisa ke Amerika lanjutkan studi disana :)

    BalasHapus
  2. Amin Ya ALLAH.
    trimaksih doanya kanda

    BalasHapus