Selasa, 20 November 2012

Tak selamanya pagi selalu teruntuk bagi jiwa yang cerah. Lihatlah sekelilingmu, apakah mereka yang ketakutan itu sedang mengidap kecerahan jiwa seperti yang kau katakan? Apakah anak-anak, wanita-wanita serta para lansia yang tak berdosa harus menjadi sasaran senjata-senjata para zionis itu? Sangsi. Mungkin itu jawaban yang ingin saya ajukan pada kalian semua.

Itupun kalau paginya cerah. Buka mata dan telingamu serta rasakanlah. Di langit gaza itu belum menunjukan tanda-tanda redahnya hujan-hujan rudal serta bom-bom yang diterbangkan dari negeri para zionis itu. Mereka saudara muslimmu yang kini sedang mencari titik-titik cahaya dilangit keadilan yang sudah di dominasi pekatnya awan hitam kebatilan. Para zionis itu telah menggeserkan nurani mereka menjadi setan-setan liar yang hanya melampiaskan hasrat keserakahan dan penjajahan mereka.

Kecaman tak mampu meruntuhkan bangunan-bangunan setan yang telah membentengi nurani para zionis itu. lebih-lebih kau diam seribu bahasa bahkan tanpa sepatah katapun. Itu paling pengecut di antara banyak pecundang. Jika tangan sudah tak mampu mengulurkan tanganmu maka persilahkanlah lidah untuk berkata. Namun jika kata sudah tak mampu lagi, persilahkan hati (doa) sebagai senjatamu satu-satunya meskipun bagiku itu adalah selemah-lemahnya iman. Setidaknya itu bukanlah pengecut.

DOA KAMI UNTUKMU PALESTINA

~Marwan.upi. Ku kirim doa tak terhingga untukmu saudara muslimku di Palestina.

Makassar, di pagi hari. Saat gaza di gempur oleh pasukan zionis Israel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar