Kamis, 31 Januari 2013

Rehat sejenak

Januari kini di ambang batas. Waktu terus berjalan, tak mengenal lelah. Dia adil memberikan kesempatan pada siapa saja, tak terkecuali dia seorang kayak-miskin, pejabat-rakyat kecil, pria-wanita ataupun yang lainnya. Mungkin kita harus belajar pada waktu tentang keadilan. Bukankah Tuhan mengatakan bacalah! Bacalah segala hal yang dapat di baca, baik tulisan maupun hal yang tersirat. Lagi pula tulisan berasal dari hal yang dulunya tidak tertulis (tersirat).

Tepat 31 januari 2013, saya menulis artikel ini. Sengaja saya tulis pada hari dan tanggal sekian karna momentum ini merupakan ambang batas antara januari menuju februari. Waktu dimana saya harus kembali mengavaluasi segala aktivitas sepanjang bulan januari. Sejauh manakah yang saya lakukan sekarang, apakah bermanfaat yang terpenting lagi apakah sudah sesuai target di awal rencana? Mungkin inilah pertanyaan-pertanyaan yang akan menjadi bahan renungan di momentum kali, momentum gerbang menuju waktu berikutnya, bulan februari.

Bukanlah sebuah kemajuan jika apa yang kita lakukan sekarang masih sama dengan yang kita lakukan kemarin. Terlebih bukanlah suatu kemajuan jika  apa yang kita lakukan lebih buruk dari sebelumnya. Ketika anda kalah dalam berperang ataupun gagal dalam melakukan seseatu, bisa jadi anda tidak maksimal menggunakan waktu dengan cara yang baik. Dalam kompetisi, jika kemudian kalah dari orang lain, maka sesungguhnya apa yang kita lakukan masih kalah hebat dibanding apa yang di lakukan oleh lawan kita, bahkan masih sama.

Di awal tahun saya memiliki resolusi untuk tahun ini, tentang apa yang harus dilakukan dan capai. Namun untuk mencapai waktu satu tahun itu, saya membaginya dalam rencana-rencana jangka pendek untuk menunjang rencana jangka panjang itu, misalnya persatu bulan. Juga kadang ada rencana yang baru terpikirkan, tentunya harus punya strategi dan batasan waktu untuk mencapainya. Selain resolusi-resolusi itu, yang terpenting juga adalah bagaimana lebih medewasan diri lagi. Tentang bagaiamana cara kita mengatasi persoalan dalam menjalan hidup, bijaksanakah kita? dan terakhir adalah apakah niat kita hanya kepada pencipta alam semesta ini ataukah kepada selainnya? 

Maka kembali melalui tulisan ini, saya mencoba merefleksi diri.

~Makassar, masih di mabesku saat hujan turun, 31 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar