Sabtu, 12 Januari 2013

Umurku bertambah, Usiaku berkurang

Satu hal yang tidak bisa kembali, dia adalah waktu. Waktu yang berjalan sepersekian detik barusan tidak akan bisa terulang lagi. Dia hanya akan mengikuti pola geraknya hingga waktu yang tak ditentukan. Semua peristwa alam semesta terkandung di dalamnya. Bahkan karena alasan ini, waktu bisa saja tak akan musnah seperti halnya manusia dan alam semesta. Karena ketika kiamat besar nanti datang, juga akan terjadi dalam pergulatan waktu.

Ketika menulis artikel ini, perenungan semakin dalam tentang proses kehidupan yang saya alami selama ini. Tepat 12 januari 1990 atau 23 tahun yang lalu, seorang manusia dilahirkan di alam dunia setelah melewati kehidupan di alam rahim. Alam yang penuh dengan keajaiban dan kekuasaan Allah yang mampu menghidupkan manusia dalam ruang yang sangat sempit. Ruang yang manusia tak mampu bergerak bebas, hanya bisa menghentak-hentakan kaki dan tangan atau anggota tubuh yang lain. Seorang manusia itu adalah laki-laki pilihan Allah dari sekian miliar calon-calon manusia yang berusaha untuk lahir ke dunia ini. Dari jumlah sel sperma yang bergerak membuahi sel telur (inilah proses kejadian manusia) atau kandidiat manusia yang akan lahir itu ternyata hanya satu yang berhasil menang mengalahkan yang lain dan dia adalah saya. Dia yang memiliki nama Marwan atau kampung kecilnya di Tomia-wakatobi dia memiliki nama ‘kearifan lokal’ lain yang biasa dikenal dengan sebutan La Upi.

Renungkanlah !

Jika kita melihat hakekat proses penciptaan manusia seperti di atas, tak mesti kita mengeluh dengan segala kehidupan di dunia ini. Meskipun mungkin terasa berat, penuh dengan tantangan, cobaan dan rintangan yang kadang membuat manusia harus menyerah. Namun kembali lagi kita harus mengingat dan merenungi hakekat proses penciptaan manusia. Kita ada di alam rahim hingga ke dunia bukanlah sesuatu tanpa proses pergulatan atau sesutau yang ada terberi begitu saja (given). Melainkan sebuah pertarungan menang-kalah untuk memenangkan siapa yang berhak hidup. Tahukah kita tentang proses bagaimana Allah mempertemukan dua jenis makhluk_Nya, pria dan wanita hingga dipersatukan dan dari persatuan itu akhirnya menjadi manusia lain yang memiliki bentuk fisik dan bernyawa? Kita adalah manusia yang dilahirkan untuk menang, bukan untuk kalah. Kita berhasil menyingkirkan rival (miliaran sel sperma) kita untuk berenang menuju sel telur mencari kehidupan. Maka terbentuklah kita melalui setetes mani itu dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian menjadi segumpal darah dan berubah menjadi daging. Dari situlah kemudian menjadi tulang-belulang dan tulang-belulang itu dibungkus dengan daging hingga dijadikan bentuk tubuh.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (Al Mukminun : 12-14)

Renungkanlah! Tahukah dari mana kamu berasal? Tahukah untuk apa kamu hidup di dunia? taukah akan kemana nanti setalh hidup di dunia?

Dalam beberapa artikel, saya selalu mengingatkan tentang tiga pertanyaan ini. Tiga pertanyaan ini adalah pertanyaan yang saya kenal dari seorang ulama timur tengah. Menurut beliau, jika kita mampu menjawab tiga pertanyaan ini dengan benar maka sesungguhnya kita telah mengetahui hakekat hidup yang sesungguhnya. Konsekuensinya, kita manusia akan mampu menjalani hidup dengan tujuan yang sebenar-benarnya, yakni kepada sang Maha penguasa atas segala sesuatu dan raja dari segala raja.

Jika kita semua merasa berasalah dari Allah yang satu, maka kita pun akan mengabdi kepada_Nya karena kita akan kembali pada_Nya pula. Meskipun hal ini menjadi pengetahun yang lumrah namun baru sebatas lahiriah saja. Pengetahuan tanpa ada internalisasi dalam proses  kontempelasi (perenungan) atau belum menjadi pengetahuan ‘batiniah’, tak ada gunanya. Sekarang banyak orang yang berpengatahuan tinggi dengan berbagai gelar pendidikannya. Namun, banyak pula dari mereka bersikap tak menggambarkan seperti tingkat pendidikannya. Pengetahuan yang tinggi tak berarti memiliki sikap dan prilaku yang bermartabat tinggi pula.

Inilah yang menjadi provakator dalam batin saya. Dengan umur sekain bertambah namun usia di dunia semakin berkurang, saya harus menjadi lebih baik lagi dengan kualitas jiwa yang semakin baik. Memang dalam hidup tantangan dalam mencapai tujuan itu sebuah keniscayaan. Apalagi jika tujuan kita adalah baik maka tantanganpun juga kadang lebih banyak. Banyak yang mengeluh bahkan akhirnya putus asa dan tak mau melanjutkan misinya (tujuannya). Bahkan lebih parah dan ekstrim lagi, ketika tidak mampu mengatasi tantangan hidup tak sedikit yang sengaja mengkhiri hidupnya, bunuh diri.

Manusia yang melakukan langkah ini sangat di sayangkan karena harus dipahami bahwa bukan hidup jika tak memiliki masalah. Bahkan masalah akan berakhir ketika manusia telah sampai ke terminal kehidupan sealanjutnya yakni ketika manusia meninggal dunia. Seperti halnya dikatakan oleh seorang ulama besar, Imam Ahmad (maaf kalau nama ulamnya salah, harap diperbaiki jika salah) ketika di tanya oleh orang yang berguru padanya. Kurang lebihnya sebagai berikut, “wahai syeh!!! Kapan kita beristirahat dari masalah hidup ini?” tanya seorang murid. Imam Ahmad berkata “kita akan berhenti dari masalah hidup ketika ajal telah menjemput dan disaat itulah semua proses kehidupan kita di dunia akan dimintai pertanggung jawabannya”. Sebenarnya jika kita merenungi lagi lebih dalam, masalah memiliki fungsi yang sangat penting bagi kematangan jiwa dalam menjalani kehidupan manusia.

Sejenak saya mengajak pembaca,ayo tarik napas yang dalam dan lepaskan sambil ucapkan hamdalah, Alhamdulillah. Di umur yang sudah lumayan panjang ini, syukur tak terhingga saya ucapkan kepada sang pemberi hidup. Meskipun syukur tak hanya sebatas lafal lisan namun saya akan menyakini dengan sepenuh hati dan berusaha untuk membuktikan dalam perbuatan. Karena kehidupan tak akan bermakna jika tidak di abdikan kepada pemilik kehidupan ini. Sebagaimana pertanyaan kedua dari tiga pertanyaan tadi, Tahukah untuk apa kamu hidup di dunia? sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Az-Zariyat)

Waktu terus bergulir. Semua terus berubah. Bayi menuju balita menuju anak-anak menuju remaja menuju dewasa menuju tua dan akhirnya mati, bahkan ada pula yang tak sampai tua. Demikianlah proses kehidupan manusia yang berjalan dalam waktu termasuk saya. Sekali lagi kita tidak bisa mereplay untuk mengulang masa-masa sebelumnya. Yang kita lakukan hanya merefleksi sembari membenahi apa yang masih kurang dan membaikan lagi yang telah baik. Sekali lagi semua dalam waktu.

Seorang ulama besar Imam Al Ghazali pernah menghitung betapa urgennya untuk menghargai waktu dalam kehidupan kita didunia. Beliau bernah berkata bahwa jika umur manusia 60 tahun dan rata-rata menjadikan tidurnya 8 jam sehari, maka sesungguhnya  tidur manusia selama 60 tahun itu adalah 20 tahun. Belum lagi jika manusia tidur lebih dari 8 jam, apalagi selama 40 tahun itu tidak digunakan sebaik-baiknya. Bagaimana jika digunakan untuk berbuat dosa? Sungguh sia-sia hidup ini.

Semoga saja kita semua terutama saya sendiri dapat mengambil hikmah dari setiap proses perubahan waktu. Dengannya kita dapat menyempurnakan ibadah, menjadikan kualitas hidup yang diwarnai iman dan taqwa menjadi lebih baik lagi. Semoga dalam umur yang bertambah dan jatah hidup atau usia di dunia semakin berkurang, kita mampu menjawab dengan baik dari mana kita berasaral, untuk apa kita hidup dan akan kemana serta peristiwa apa yang akan terjadi dalam kehidupan setelah mati itu? Bukan hanya mengetahui secara lahiriah melainkan juga batiniah sehingga dapat mengakar dan berimplikasi dalam kehidupan kita. Amin.

#Makassar, sore hari masih di mabesku, persembahan untuk pertambahan setahun umurku, 12 Januari 2013.

1 komentar:

  1. cepat kaya

    ,,.,KISAH NYATA ,
    Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
    Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
    dan berbagi kepada teman2 melalui room ini,
    sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
    dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
    namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
    hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
    akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta ,
    saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma,
    istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk,
    demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
    ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
    dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
    dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI KUSUMO hidupnya kembali sukses,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
    dan melihat langsung hasilnya, `
    saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI KUSUMO di No :)-0'8'2-3'3'5'-9'4'7'-8'8'8-:).
    Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim,
    Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya,
    akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
    semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
    kini saya kembali sukses terimaksih KI KUSUMO saya tidak akan melupakan jasa AKI.
    JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH,
    SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI KUSUMO DI :)-0'8'2-3'3'5'-9'4'7'-8'8'8-:)

    ((((((((((((DANA GHAIB)))))))))))))))))

    Pesugihan Instant 5 MILYAR
    Mulai bulan ini (oktober 2015) Kami dari padepokan mengadakan program pesugihan Instant tanpa tumbal,
    serta tanpa resiko. Program ini kami khususkan bagi para pasien yang membutuhan modal usaha yang cukup besar,
    Hutang yang menumpuk (diatas 1 Milyar), Adapun ketentuan mengikuti program ini adalah sebagai berikut :

    Mempunyai Hutang diatas 1 Milyar
    Ingin membuka usaha dengan Modal diatas 1 Milyar
    dll

    Syarat :

    Usia Minimal 21 Tahun
    Berani Ritual (apabila tidak berani, maka bisa diwakilkan kami dan tim)
    Belum pernah melakukan perjanjian pesugihan ditempat lain
    Suci lahir dan batin (wanita tidak boleh mengikuti program ini pada saat datang bulan)
    Harus memiliki Kamar Kosong di rumah anda

    Proses :

    Proses ritual selama 2 hari 2 malam di dalam gua
    Harus siap mental lahir dan batin
    Sanggup Puasa 2 hari 2 malam ( ngebleng)
    Pada malam hari tidak boleh tidur

    Biaya ritual Sebesar 10 Juta dengan rincian sebagai berikut :

    Pengganti tumbal Kambing kendit : 5jt
    Ayam cemani : 2jt
    Minyak Songolangit : 2jt
    bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dll Sebesar : 1jt

    Prosedur Daftar Ritual ini :

    Kirim Foto anda
    Kirim Data sesuai KTP

    Format : Nama, Alamat, Umur, Nama ibu Kandung, Weton (Hari Lahir), PESUGIHAN 5 MILYAR

    Kirim ke nomor ini : -0'8'2'3'3'5'9'4'7'8'8'8-
    SMS Anda akan Kami balas secepatnya

    Maaf Program ini TERBATAS hanya untuk beberapa Orang saja..

    BalasHapus