Minggu, 24 Februari 2013

Bacalah; Inspirasi menulis

Untuk beberapa hari ini, saya tidak tahu mau tulis tentang topik apa. Saya rasa ada yang kurang perihal inspirasi yang dapat dijadikan tulisan. Sebenarnya, saya mafhum apa yang harus saya lakukan. Tapi saya tetap belum bisa karena ada beberapa faktor yang membuat saya tidak melakukannya.

Membaca harian surat kabar nasional, menonton televisi terutama konstelasi sosial-politik nasional atau mendengar radio. Namun ini belum bisa menghilangkan dahaga inspirasi yang saya butuhkan. Stagnan, bosan, jenuh serta ini dan itu, bisa dikatakan adalah aktivitas rutin dalam beberapa minggu ini.

Sebenarnya saya berencana pergi dan keluar sejenak meninggalkan ini semua. Untuk menemukan ‘hidup baru’ yang lain dari yang lain. Jalan-jalan mengunjungi tempat yang jarang saya jumpai atau belum pernah sama sekali, bertemu teman atau mencari tempat baru untuk melaksanakan akrivitas rutinitasku.

Saya pernah membaca certia tentang kisah perjuangan seseorang agar dapat menulis. Dia di ajak oleh salah satu temanya yang menjadi pembimbing (mentor) dalam menulis, ke suatu tempat pembuangan akhir sampah yang kumuh. Selain sebagai tempat pembuangan sampah, juga terdapat rumah-rumah (gubuk) kumuh sebagai tempat tinggal para pengemis dan pengais sampah. Tempat ini jarang dikunjungi oleh kebanyakan orang. Yah, alasanya sudah dapat dipastikan bahwa kebanyakan orang tidak suka tempat yang demikian.

Apapun kita dapat menjadikannya tulisan. Tempat yang kotor dan kumuh seperti ini banyak inspirasi yang dapat dijadikan bahan tulisan. lihatlah, saudara-saudara kita yang hidup memprihatinkan ini, mereka sangat tidak layak untuk tinggal di tempat seperti ini. Sangat jelas terjadi kesenjangan antara warga di sini dan mereka yang memiliki gedung tinggi itu. Orang kaya semakin kaya sedang yang miskin semakin miskin. Bukankah pemerintah bertanggung jawab atas ini? memberikan hidup yang layak, bukan? Yah, realitas ini dapat dijadikan bahan untuk menulis. Demikian kata mentor menulisnya.

Benar apa yang dikatakan seorang mentor itu. Banyak hal yang tersembunyi yang sebenarnya bisa di ungkap jika jelih kita melihatnya. Banyak hal yang selama ini di abaikan oleh kebanyakan orang namun sesungguhnya banyak inspriasi (hikmah) kehidupan di dalamnya. Hanya orang-orang yang mampu ‘membacalah’ yang bisa menguak hikmah yang tersembunyi itu.

Jika di awal tulisan ini saya katakan: saya tidak tahu menulis tentang topik apa maka terjawablah sudah. Maka Bacalah…!!!

~Makassar, 24 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar