Sabtu, 16 Februari 2013

Harta berharga itu..

Sesuatu apa yang berharga yang kamu miliki? Tentunya banyak, tidak hanya satu dan cukup susah untuk memilih mana yang terbaik itu. Tapi saya yakin setiap orang memiliki penilaian yang berbeda tentang barang mana yang berharga itu. Mungkin karena cara pandang, kebutuhan, keinginan atau mungkin pertimbangan-pertimbangan lain yang membuat penilaian itu berbeda.

Tapi jika saya ditanya dengan pertanyaan yang sama, maka saya akan menjawab salah satunya buku. Buku merupakan kumpulan pengetahun yang terdokumentasi dan berhasil di ikat melalui bahasa tertulis. Pengetahuan inilah yang esensi dari buku itu, sehingga saya kadang rela mengorbankan yang lain deminya.

Orang bijak berkata: tuntutlah ilmu jika ingin bahagia dunia dan akhirat. Kalimat ini mengisaratkan bertapa penting ilmu pengetahuan sehingga dia dapat dijadikan alat untuk pembahagia dunia hingga ke akhirat. Dia ibarat pelita membimbing manusia yang tersesat dikala malam atau kompas dikala kapal tersesat di tengah lautan. Sehingga ilmu pengatahuan bagiku merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk dimiliki.

Dalam akhir-akhir ini, harta yang berharga itu mulai berkurang. Buku dalam deretan etalase buku yang saya miliki harus berkurang. Terus terang saya cukup merasa kehilangan, dengan berbagai pengorbanan saya menemukannya kemudian menikmatinya (baca) dan usai itu, saya menempatkan dalam etalase. Ada kebahagian ‘khas’ ketika melihat deretan buku yang terpajang dalam sebuah ruangan kamar kos. Selain menjadi koleksi juga sebagai simbol pengetahuan, lagi pula saya memiliki rencana untuk membangun peradaban melalui buku, salah satunya akan membangun perpusatakaan nantinya terutama di kampung tempat saya dilahirkan.

Seorang sahabat meminta bantuan untuk dicarikan buku tertentu. Kebetulan yang dicarinya saya miliki, maka dengan ikhlas saya memberinya apalagi sahabatnya saya ini menggunakannya untuk kepentingan sosial. Karena dia seorang sahabat baik, juga salah satu alasan yang membuat saya harus mengikhlaskan kehilangan buku untuk dimilikinya adalah dia sedang melakukan apa yang saya cita-citakan. Kerja peradaban dengan berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia  (intelektual) dengan membangun sebuah wadah yang salah satu penunjangnya adalah buku yang saya berikan itu.

Selain memberikan sahabat yang baik, juga memberi kepada seorang anggota keluarga. Saya baru ingat, ternyata dahulu pernah menjanjikannya untuk memberi buku yang cocok untuk pengembangan dirinya. Saya pernah menganjurkannya agar rajin membaca agar wawasan pengetahuannya semakin luas. Memang ini salah satu kebiasaan saya dengan menebarkan virus membaca terutama kepada anggota keluarga.

Meskipun saya kehilangan harta yang cukup berharga ini, tapi setidaknya itu karena alasan mulia yang juga merupakan bagian dari agenda tujuan yang saya rencanakan. Semoga semangat untuk membangun peradaban yang lebih baik selalu terjaga dan terus meningkat.  Dan pembaca juga demikian. Amin.

~Makassar, 16 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar