Rabu, 06 Februari 2013

Perihal mimpi

Saya yakin setiap orang pernah bermimpi dalam tidurnya. Mimpi merupakan kehidupan yang terjadi di alam tidur tanpa kita merencanakannya. Kita tidak bisa merencanakan untuk berada dalam mimpi dengan peristiwa, lokasi dan aktor yang kita inginkan. Kalaupun itu terjadi, hanyalah kebetulan karena di saat tidur kita dalam keadaan ‘mati’ yang tak sadarkan diri. Dan pada saatnya nanti kita di hidupkan kembali (bangun), di saat inilah kita mulai mengontrol diri sendiri.

Beberapa hari yang lalu saya di tanya soal mimpi. Seseorang bertanya mengenai mimpi yang pernah di alaminya. Ketika itu dia terbangun dari tidurnya karena ada perasaan kaget tiba-tiba saja ada keanehan sewaktu tidur. Dia bermimpi didatangi oleh manusia yang berpakaian merah dengan mengaku sebagai anak dari seorang raja dari sebuah negara yang penduduknya mayoritas muslim. Sosok itu datang untuk menyampaikan tiga pesan, yakni shalat, sedekah dan soleh. Meskipun baju merahnya berkesan menakutkan tapi dia memiliki pesan yang mulia, tentang kebaikan.

Mekipun bukan penifsir mimpi tapi setidaknya menurut informasi yang pernah saya dapatkan bahwa mimpi dapat di golongkan menjadi tiga. Pertama, mimpi sebagai bunga tidur. Mimpi ini adalah sebuah fenomena kehidupan yang ada dalam alam tidur tentang peristiwa biasa yang lazim terjadi sehari-hari. Biasanya terjadi karena kejadian tersebut terlalu dipikirkan bahkan hingga menjelang tidur atau juga karena sudah terekam dalam otak bawah sadar kita.

Kedua, mimpi buruk. Mimpi ini adalah kejadian yang tidak kita senangi dalam alam tidur kita. Kita merasa ketakutan, terancam, sakit atau singkatnya peristiwa yang buruk. Biasanya mimpi ini berasal dari jin atau iblis yang sengaja mengganggu kita. Dan yang ketiga, mimpi baik. Mimpi semacam ini adalah mimpi yang datang dari Tuhan. Mimpi tentang kebaikan bagi hambanya-hambanya berupa petunjuk tentang kebaikan maupun peringatan.

Sebenarnya banyak teori tentang kenapa manusia bermimpi. Tapi terlepas dari teori-teori itu, saya cukup percaya bahwa mimpi bisa juga menjadi sarana Tuhan untuk menyampaikan sesuatu kepada hambanya. Bagi saya mimpi yang di ceritakan di atas adalah mimpi yang cukup baik. Meskipun sosok yang menemui berkesan ‘seram’ tapi ada kebaikan yang dibawanya. Dia tidak mengancam atau menakuti si pemimpi, malah memerintahkan agar tetap menjaga shalat, sedekah dan tetap menjadi manusia bertaqwa atau soleh.

~Makassar, 6 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar