Kamis, 07 Februari 2013

Wanita pencari Tuhan itu

Tiba-tiba saja ada yang berubah dari sikapnya. Saya melihatnya lebih dewasa lagi dari sebelumnya. Dahulu dia sangat ke kanak-kanakan, namun sekrang telah berubah tidak seperti biasa lagi. Dia ingn menjadi wanita yang soleha. Wanita yang taat pada agamanya dengan menjaga tingkah lagunya menjadi lebih islami. Dia malu dengan prilakuknya yang selama ini, sangat jauh dari nilai-nilai islami yang di ajarkan Rasulullah SAW.

Ketika saya bertanya, apa yang memotivasi sehingga ingin berubah menjadi wanita yang soleha? ternyata filmlah yang telah mengispirasinya. Dia melihat sosok wanita yang di tampilkan dalam film itu sebagai wanita yang sangat indah akhlaknya apalagi dikombinasikan dengan kecantikan parasnya. Sosok itu menurutnya adalah luar biasa yang jarang dimiliki oleh banyak wanita. Di akhir film yang di tontonnya, segera dia mendeklarasikan diri untuk bisa menjadi sosok wanita seperti yang ditontonnya.

Seperti halnya proses kehidupan lain apalagi ini menyangkut kebaikan. Untuk menjadi seperti sosok wanita yang soleha itu, dia menemukan hambatan. Di tempat keberadaannya sekarang masih kurang sesuatu yang menunjang dia untuk menjalankan misinya yakni menjadi sosok wanita yang di inginkannya. Dia ingin mendalami islam, tapi tidak ada guru yang dapat membimbingnya. Begitupun juga dengan fasilitas penunjang lain mislanya buku ataupun media lainnya, dia sangat susah mendapatkannya. Demikian keadaanya sekrang yang bercerita kepada penulis.

Hidayah

Ini adalah hidayah dari Allah. Hidayah yang di turunkan kepada hamba-hamba yang di kehendakiNya. Bukannya tanpa usaha, karena manusia hanya akan dapat merubah nasibnya sendiri bukan orang lain. Tapi yang pasti untuk diketahui adalah Tuhan selalu terlibat dalam perubahan nasib itu. Jika wanita yang ingin soleha ini tiba-tiba atau kebetulan mendapat hidayah, itu bukanlah tanpa sebab. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua pasti berada pada hukum kausalitas, sebab-akibat. Dengan kata lain ada sebab yang membuatnya demikian.

Hidayah merupakan ilham yang datang dalam hati manusia yang membuat manusia tersadar untuk berbuat lebih baik lagi. Orang yang mendapat hidayah biasanya akan bertekad merubah apa yang selama ini di anggapnya tidak baik atau kurang baik menjadi lebih baik lagi. Sehingga akan ada perubahan yang cukup radikal pada dirinya, khusunya sikap dan tingkah lakunya.

Seperti yang penulis sebutkan tadi, hukum kausalitas yakni sebab akibat akan selalu terjadi pada kehidupan manusia. Dalam kehidupan kita sering menemui kejadian semacam ini. Seseorang yang dulunya adalah manusia pendosa tiba-tiba berubah menjadi manusia yang sangat taat beribadah. Muncul pertanyaan, kapan dia berusaha untuk merubah diri sehingga dia mendapat hidayah? padahal dalam kesehariannya dipenuhi dengan maksiat sedang sekarang banyak sekali manusia yang ingin berubah tapi hidayah tak kunjung datang sehingga memberinya kesadaran penuh untuk menjadi lebih baik.

Tuhan itu maha Tahu. Mana hambanya yang pernah beribada dan berusaha sungguh-sungguh. Secara kasat mata dalam aktivitas kesehariannya mungkin kita tidak mendapatinya dalam keadaan yang berusah, malah penuh dengan maksiat. Tapi kita sebenarnya tidak tahu apa yang sebelumnya pernah dia lakukan. Mungkin sebelumnya dia pernah berbuat baik dengan penuh ke ikhlasan, yang dengan perbuatanya menjadi pertimbangan Tuhan untuk memberinya hidayah. Atau mungkin juga dia pernah berdoa atau mendapat doa dari orang tuanya yang dengan ke ikhlasan mendoakan anak-anaknya menjadi anak yang taat kepada Tuhannya.

Akumulasi (kumpulan) dari berbagai sebab masa lalu yang menjadi ‘pertimbangan’ Tuhan untuk menurunkan hidayah itu. Bukan berarti tidak ada usaha dari yang mendapat hidayah itu, melainkan ada usaha sebelumnya. Mungkin kita yang ada di sekitarnya tidak melihat secara keseluruhan apa yang sedang dan pernah dia lakukan. Padahal Tuhan maha melihat terhadap apa yang dilakukan oleh manusia sampai hal yang tersembunyi sekalipun tidak di ketahui oleh manusia.

Saya yakin, di antara kita  yang masih memliki hati nurani bahwa ke inginan untuk menjadi baik masih ada. Maka bersyukurlah jika kita masih menjadi manusia yang seperti ini, manusia yang mengingnkan kebaikan dari hati kecil kita yang paling dalam. Namun, banyak juga yang belum mampu berubah secara total karena belum ada sesuatu yang mengilhami hatinya (hidayah). Ada juga yang sudah mendapat kesadaran itu tapi tidak ditindak lanjuti dengan perubahan ke arah yang lebih baik termasuk penulis sendiri. Maka marilah kita berusaha untuk berbuat apa saja yang di ridhoi oleh-Nya termasuk berdoa karena segala sesuatu dari-Nya. Dengan itu Insya Allah akan menjadi ’pertimbangan’ atau sebab sehingga kita mendapat hidayah untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Hanya Allah yang tahu. Amin.

~Makassar, masih di mabesku, 7 Februari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar