Senin, 11 Maret 2013

Bukankah kita dilahirkan dari rahim wanita?

Tepat tanggal 8 maret, dunia memperingati hari wanita (perempuan; aku lebih suka menggunakan istilah ‘wanita’) se dunia. Membicarakan, menulis bahkan mencintainya tak akan ada habisnya. Sosok ini memang makluk yang penuh misteri yang semakin di kuak akan menyisakan banyak pertanyaan. Ibarat sumur yang semakin di kuras airnya maka airnya tak pernah surut.

Dalam peringatan hari waita se dunia ini, banyak hal yang dilakukan terutama oleh kaum wanita. Mereka meresponnya dengan berbagai macam cara dan prosesi. Umumnya mereka melakukan hal untuk mengingatkan pada masyarakat dunia bahwa keadilan dan kemakmuran terhadap mereka belumlah mereka dapatkan. Malah dalam banyak hal mereka cenderung di eskploitasi bahkan di lecehkan kemanusiaannya.

Juga dalam banyak kasus yang menimpa kaum lelaki, wanita selalu menjadi tertudu dan pihak yang bertanggung jawab. Kita sering mendengar isitlah: harta, tahta dan wanita. Tiga kata ini sering dijadikan sebab rusaknya sebuah reputasi kaum lelaki. Hal ini menimbulkan kesan, wanita adalah makhluk pengganggu sedang lelaki yang terganggu oleh kehadirannya. Padahal antara lelaki dan wanita memiliki relasi yang sejajar sebagai manusia, hamba Tuhan.

Tak dapat di mungkiri sejarah wanita banyak dihiasi dengan diskriminasi terhadap kaum wanita. Dari budak hingga hanya sekedar objek pelampiasan nafsu seks lelaki. Padahal sosok ini adalah adalah satu di antara banyak perhiasan dunia. Bahkan oleh kata bijak yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW: sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang baik (soleha). Karena perhiasan maka dia wajib di hargai, dijaga dan disayangi jika tidak, maka perhiasan itu akan tidak indah lagi atau hilang sama sekali. Dan yang terpenting lagi, kita harus berterimakasi padanya karena keberadaannya membuat manusia bisa melangsungkan hidupnya dan berperadaban sampai sekrang.   

Kita patut menginspirasi nabi Muhammad SAW yang mendobrak kekakuan sejarah. Beliau membalikan sejarah dunia yang selama ini merendahkan derajat kaum wanita. Kehadiran beliau sebagai pemimpin umat islam, mewajibkan umatnya untuk mengangkat derajat kaum wanita. Wanita harus disayangi dan di tinggikan derajatnya.

Adalah Karen Amstrong, seorang ilmuwan dunia dan penulis tentang sejarah Tuhan dan masa depan agama mengajak dunia terutama kaum wanita untuk berterimah kasih pada Muhammad SAW. Bagaiaman tidak, lihat saja apa yang lelaki pilihan ini katakan pada manusia. Dalam sejarah, beliau pernah ditanya oleh seorang sahabatnya. Bahwa siapa yang di utamakan untuk aku berbuat baik? Maka beliau menjawab: Ibu. Hingga pertanyaan itu di tanyakan tiga kali dan dijawab juga tiga kali bahwa Ibumu. Dan terakhir, jawaban ke empatnya adalah Ayahmu. Sungguh betapa dihargainya dan ditinggikan derajat wanita oleh Muhammad SAW.

Marilah kita meninggikan derajat wanita. Bukankah kita dilahirkan dari rahim wanita?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar