Selasa, 10 Desember 2013

Ketika bung di Ende

Tibalah Sukarno (bung karno) yang perankan oleh Baim Wong dan istrinya Inggit Garnasih yang diperankan oleh Paramitha Rusandy serta keluarga lainnya di pelabuhan Ende. Sebuah pulau kecil dan tepencil di Flores, Nusa Tenggara Timur. Beliau layaknya para tahanan politik lain, mengalami pengasingan karena di anggap berbahaya bagi rezim yang tengah berkuasa. Saat itu rezim kolonial belanda lah yang menganggap bung Karno adalah tokoh sekaligus motor penggerak perlawanan terhadap belanda.

Mereka mengalami fase-fase yang cukup sulit di awal keberaaan mereka di Ende. Lebih-lebih sebelum kedatangannya, pihak kolonial sudah melakukan propaganda bahwa bung Karno adalah seorang yang sangat berbahaya. Meskipun itu, di asingkan bahkan dipenjara seperti ini bukanlah hal pertama kali di alami oleh bapak pendiri bangsa ini. Di bandung yang merupakan tempat terakhir sebelum ke Ende, beliau juga telah pernah di penjara.
 
sesaat seblum film di putar. pemutaran film ini merupakan kerja sama kemendigbud dgn beberapa kampus

Ruang gerak dibatasi dan selalu mendapat pengawalan dari pihak kolonial. Beliau harus wajib melaporkan dirinya setiap hari pada pihak kolonial. Untuk berjalan keliling kampung pun harus di awasi. Hal itu adalah bagian dari ketakutan kolonial atas sosok bung Karno. Pasalnya, sebelum di asing ke Ende, beliau selalu terlibat dalam penggalangan massa dan gerakan-gerakan pemberontakan. Karnanya sangat di antisipasi, jangan sampai hal itu terjadi di pulau yang kecil dan asing ini.

Awal kehidupan di ende

Awal-awal kehidupan di Ende, beliau cukup frustasi. Biasanya sebelum di asingkan beliau selalu kedatangan tamu-tamu penting yang terlibat dalam gerakan-gerakan kemerdekaan, kini sangat jarang bahkan rumahnya pun selalu di pantau. Kebiasaannya membaca mendapat sedikit hambatan karena tidak semua buku-bukunya ikut serta di bawa. Buku-buku diseleksi oleh kolonial. Jika ada buku yang bernuansa politik apalagi yang dapat membangkitkan spirit perlawanan harus di tanggalkan.

Istri dan mertua yang menemaninya, cukup iba terhadapnya. Mertua dan istrinya serta anaknya adalah bagian dari harta berharga yang selalu memberikan semangat dan membantu perjuangan hingga pada akhirnya sang mertua meninggal di Ende. Beliau menyadari, pengasingan ke pulau membuatnya akan sulit menggalang kekuatan untuk mengancam keberadaan kolonial.

Untuk mempermudah aktivitas kesehariannya terutama dalam bekeliling melihat aktivitas keseharian masyarakat di Ende, beliau menggaji seorang bocah pribumi. Suatu ketika beliau berkeliling pasar tradisional. Di pasar beliau bertemu dengan salah seorang pejuang yang berhasil selamat dari pertempuran, yang kapalnya dihancurkan oleh bom-bom kolonial. Pihak kolonial menggapanya sudah meninggal bersama hancurnya kapal itu tapi ternyata dia berhasil selamat.
saya membaca buku tentang sukarno, sesaat sblum film diputar. #auditorium_Unhas

Dia merupakan salah satu pembaca marxisme. Dia bercerita tentang sebab pemicu pemberontakan mereka pecah. Kolonial waktu itu menurunkan upah buruh di salah satu pabrik di Surabaya tempat dirinya bekerja. Dia dan kawan-kawanya memprotes hingga terjadilah respon ‘fisik’ dari pihak Belanda yang membuat banyak kematian terjadi. Meskipun massa yang bisa di ajak berjuang di Ende, cukup sedikit tapi dia tetap membantu bung Karno dalam proses-proses perjuangan. Misalnya membantu lalu lintas surat menyurat antara bung Karno dengan beberapa tokoh kemerdekaan di jawa dan keperluan lainnya.

Membuat pengajian hingga teater

Bung Karno tidak habis akal untuk berjuang. Salah satu cara untuk mengumpulkan masyarakat pribumi adalah dengan mengadakan pengajian. Bung karno mengundang masayarakat untuk mengadkan pengajian tiap malam selasa dan jumat. Banyak hal yang didapatkan dari pengajian ini, selain menjadi ajang siltaurahmi dan menjalankan perintah agama (islam). Juga sebagai cara untuk mengonsolidasi masayarakat pribumi. Meskipun di curigai oleh pihak kolonial tapi acara ini tetap berlangsung. Dari sinilah bung karno membuat drama (teater) sebagai sarana untuk berjuang.

Sama halnya dengan para wali songo ketika menyebarkan islam di nusantara. Bung Karno menggunakan drama untuk membangkitkan semangat perlawanan masyakat pribumi. Para anggota teater ini datang dari masyakat pribumi yang berlatarbelakang berbeda baik suku maupun agama, bahkan ada di antara mereka berketuruan Tionghoa. Kepiawaian bung Karno, sang maestro drama, mampu menuliskan naskah drama secara halus memuat semangat-semangat perlawanan untuk tidak secara frontal menunjukan perlawanan. Ini bukan karena kelemahan, tapi ini persolan strategi dan taktik.

Dalam menjalankan aktivitas-aktivitasnya, bung karno sangat berterimakasih pada keterlibatan pastor belanda yang di tugaskan di ende. Sang pastor mengaku, dia sebenarnya tidak sepakat dengan eksploitasi terhadap sesama manusia dan bangsa tertentu. Sang pastorlah yang mempersilahkan bung Karno untuk datang membaca buku-buku di perpustakaan gereja, juga tak lupa selalu menemani diskusinya. Suatu ketika bung Karno meminta izin kepada salah satu pastor yang paling akrab dengannya untuk mengadakan latihan hingga pementasan di lingkugan gereja. Mulanya menimbulkan kontroversi di kalangan gereja karena ketakutan terhadap otoritas kolinial saat itu. Tapi sang pastor tetap mendukung bung Karno bahkan ketika bung karno akan ditangkap karna membangkang terhadap colonial atas tidak diberilkannya izin manggung, sang pastorlah  yang menyelamatkannya dan menjamin dirinya.

Kirim mengirim surat

Pulau yang asing ternyata tidak membuat perjuangan surut begitu saja. beliau mencari cara agar bisa berkomunikasi dengan para pejuang lain di tanah jawa. Maka beliau memanfaatkan pedagang pribumi yang melalu lintas dengan kapal mereka, dengan rute jawa-ende. Beberapa pedagang itu adalah kawan-kawan bung Karno yang menjadi anggota teater sehingga mereka juga dengan senang hati membantu. Beberapa di antaranya adalah etnis Tionghoa.

Beliau mengirim surat ke tanah jawa menceritakan tentang keadaannya di Ende dan keperluan lainnya. Setiap kali ada balasan surat, harus di sampaikan secara rahasia pada bung Karno. Karna setiap barang yang masuk di pelabuhan ende, mendapatkan pemeriksaan dari petugas kolonial. Sehingga kadang tanpa di sadari ada kiriman yang tak di ketahui dari mana asalnya untuk bung Karno. Begitu juga dengan surat-surat dari pejuang-pejuang di tanah Jawa, kadang harus dimasukan dalam buah labu agar tidak ketahuan oleh pihak kolonial. Kemudian ada seorang penjual labu keliling yang sengaja menjajakan buah labunya di depan rumah pengasingan bung Karno. Buah labu itu kemudian di beli. Setelah buah labu itu di buka, disitulah didapatkan surat.

Menjelang meninggalkan ende

Bung Karno tak henti-hentinya membuat naska drama untuk di panggungkan. Suatu ketika bung Karno menulis naskah dengan judul (smoga redaksi judulnya tidak salah) “Indonesia tahun 1945”. Beliau berkeyakinan pada tahun ini, Indonesia akan meraih kemerdekaan. Perjuangannya beserta rakyat Indonesia lain akan menemukan hasilnya. Saat  itu akan terjadi perang besar di pasifik yang melibatkan banyak negara. Saat itulah Indonesia adalah salah satu negara yang akan meraih kemenangan dan kemerdekaan. Demikian yang dijelaskan kepada seorang kawan dari Filipina yang menemaninya diskusi di pengasingan, tatkala bertanya tetang naskah yang ditulisnya dengan judul tersebut. Kawan dari Filipina, yang kurang dijelaskan asal usulnya tapi kemungkinan dia adalah korban pembuangan oleh kolonial ke pulau Ende ini. Sama halnya dengan pejuang-pejuang atau rakyat nusantara lain yang dibuang ke berbagai negara di luar wilayah nusantara, semisal Afrika hingga Amerika.

Para loyalis bung Karno di Ende begitu menghargainya. Di sebuah radio yang merupakan media saat itu yang dapat di akses oleh masyarkat pribumi, terdengar kabar menganai bung Karno. Ada desakan para pelajar Indonesia di luar negeri agar bung karno di pindahkan dari pulau ende. Para pejuang itu mengharuskan pihak kolonial untuk segera membebaskan bung karno dari pengasingan. Kabar itu segera terdengar di radio oleh kawan-kawan pribumi di Ende dan segera di sampaikan kepada bung Karno.

Kabar ini membuat bung karno legah. Tapi ada perasaan yang sedikit mengganggunya, demikian juga Inggit, istrinya yang setia menemaninya berjuang. Selama empat tahun di Ende pasti meninggalkan kesan yang mendalam di pulai ini. Ada Perasaan sedih yang menghinggapi mereka. Terutama dengan persaudaraan yang telah lama dibangun dengan masayarakat pribumi yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan. Tapi inilah perjuangan, mau tidak mau mereka harus mau.

Senja sudah hadir. Mentari sudah di ufuk barat. Langit sudah menampakan kuning kemerah-merahan yang begitu indah. Itulah pemandangan pelabuhan Ende ketika bung Karno akan menaiki kapal meninggalkan pulau ini. Ketika bung karno di tanya perihal kesan yang didapatkan di Ende. Dengan tegas beliau menjawab: “Di ende saya semakin kukuh menemukan landasan untuk falsafah bangsa ini”

~Makassar, 7 Desember 2013

1 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

    BalasHapus