Sabtu, 07 Mei 2016

Sedikit pelajaran saat berlibur ke Malino

“Beda ya, dengan Makassar?” Saya melontarkan kalimat itu kepada kawan-kawan saat kami sedang duduk ngobrol. Malam itu suara jangkring meringkik bersahutan, malam semakin larut seakan akan menelan kami dalam kegelapan dan dinginnya udara sudah mulai memasuki pori-pori kulit. Meskipun kadang rasa kantuk datang menodong, tapi kami masih asik saja untuk mengobrol. Karena suasana saat itu berbeda dengan suasana seperti malam-malam pada umumnya ketika kami berada di kota. Juga, momen ini jarang kami dapatkan.
menikmat hutan pinus di desa malino yang sangat alami dan menenangkan.

Di kota bisa dikatakan suara-suara tak tampak alami. Suara dari produk-produk tekhnologi selalu terdengar. Suara kendaraan bermotor, pabrik-pabrik, televisi dan lainnya menjadi hal yang akrab di telinga. Malam itu kami tidak mendengar itu. Agak beda rasanya tapi justru lebih menenangkan dan menyenangkan.

Saat itu, dua malam yang lalu saat menulis artikel ini, kami berada di salah satu desa yang jauh dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan. Di salah satu desa kabupaten Gowa-Sulsel, tepatnya desa Malino. Desa ini berada di dataran yg cukup tinggi dari permukaan laut. Seperti halnya puncak bogor atau bandung yang dijadikan warga Jakarta berlibur di akhir pekan, desa Malino juga demikian. Banyak warga luar terutama warga Makassar termasuk kami yang berkunjung ke tempat ini tatkala waktu libur meskipun jaraknya tempuhnya cukup jauh yakni kurang lebih 4 jam dari kota Makassar menggunakan sepeda motor dengan kecepatan sedang.

Menurut saya inilah bedanya desa dengan kota jika dilihat dari sisi suasana. Tidak ramai dibanding kota tapi justru disini ke unikannya. Selain kealamian tadi, orang-orang juga tidak terlalu disibukkan dengan persaingan ekonomi yang sangat bengis. Desa adalah tempat banyak ditemukannya solidaritas di antara warganya sehingga dampak negatif dari kompetisi ekonomi dapat terminimalisir dibanding karakter kota yang banyak ditemukan individualistik. Jangan heran jika disini warganya cukup ramah ditambah lagi dengan suasana yang dingin, berbeda dengan kota Makassar yang cukup panas.

Saya selalu berpikir, apakah tidak bisa menciptakan kehidupan modern tapi lokalitas kedesaaan tetap di pertahankan? Karena hari ini ketika melihat konsep pembangunan yang mendorong menuju modernitas, mungkin bisa dikatakan semua konsep kedesaaan selalu di tinggalkan. Kita kadang silau bahwa modernitas dengan banyaknya gedung-gedung bertingkat, banyaknya kendaraan bermotor di jalan raya dan ketika kita adopsi nilai-nilai “kota” atau yang dibawa oleh modernitas, selalu menjadi hal yang baik dan perlu dicontoh atau kita diidentikan sebagai masyarakat yang  yang baik dan berkemajuan.

Saya tidak sepakat jika pertimbangan-pertimbangan ini dijadikan rujukan. Banyak hal yang perlu kita terlebih orang-orang kota belajar dari desa. Di desa nilai-nilai kearifan masih sangat kental. Suasana ketenangan masih sangat terasa, baik dari kondisi lingkungan yang masih bersih dan alami maupun interaksi sosoial dengan sesama warga. Jangan heran warga-warga kota selalu menjadikan desa menjadi tempat mereka sedikit menyepi dari hiruk pikuk kota. 

Mungkin ini pelajaran yang harus kita maknai bersama. Tidak selamanya yang berada di kota itu adalah hal yang baik. Pembangunan harusnya mampu mengombinasikan modernitas dan unsur lokal agar kita tidak kehilangan identitas. Sederhananya pembangunan harus dapat menyatukan hal yang baik yang dimiliki tradisionalitas dan hal yang baik yang dimiliki modernitas. Atau salah satunya implementasi sederhananya adalah orang-orang menggunakan sepeda motor tapi bersedia membonceng orang dengan gratis tatkala melihatnya berjalan kaki di pinggir jalan.

Rasa kantuk adalah hal yang alami. Seolah tidak sadar, satu-persatu kami meninggalkan forum obrolan untuk tidur. Dingin semakin menjadi-jadi. Segera saya kenakan kaus kaki, kaus tangan serta sarung yang saya telah siapkan dari Makassar, tentu jeket juga yang sedari tadi telah saya kenakan. Juga alas tidur yang diberikan oleh seorang kawan. Saya tidur di luar, tepatnya teras rumah lantai dua dengan konsep rumah gantung ciri khas masyarakat tradisional, tempat kami bertukar pikiran tadi. Sengaja saya lakukan itu karena ingin lebih dekat dengan kealamian (alam) tanpa dibatasi dinding-dinding rumah. Meskipun di teras rumah, saya tidak takut ada pencuri yang menyambangi seperti halnya kota.

“Kita akan segera menjumpai hutan-hutan beton”. Kalimat yang kembali saya lontarkan pada kawan-kawan ketika kami akan meninggalkan desa Malino menuju Kota Makassar. Mungkin suatu saat saya akan merindukannya.  

~Makassar, 7 mei 2016

2 komentar:

  1. Anda bisa memiliki uang balik sebanyak minimal 5 lembar,maksimal sebanyak 50 lembar,uang balik pesanan anda akan dikirim sekaligus, proses pembuatan uang balik atau KLIK DI SINI

    BalasHapus
  2. PENGAKUAN SAYA BERSAMA KELUARGA BESAR SAYA,INI BUKAN REKAYASA ATAU PUN CERITA BENE BENER TERBUKTI SAMASAYA.
    ASSALAMU ALAIKUM WR.WB....
    Perkenalkan nama saya MBAK MASUJI saya sangat berterimah kasih banyak kepada AKI atas bantuanya angka ghoib yang aki berikan (4D) benar-benar tembus 100 mohon maaf AKI ini pengalaman saya...waktu itu saya pernah minta bantuan pada seseorang yang mengaku pintar meramal angka jitu...dan saya harus belajar untuk mendapatkan angkanya sampai saya hutang sana sini tapi apa yang terjadi angka yang saya terimah ngak ada yang keluar mampus dalam hati kecil saya....dimana saya harus bayar hutan yang terlanjur menumpuk ,hingga akhirnya saya di kasih info kepada teman saya untuk menjadi member AKI SALMAN,dan ternyata angka ritual ghoib yang AKI kirim kepada saya ternyata jitu..akhirnya terbayar hutang saya ini dan akhirnya saya Membeli 1 unit rumah di Karawang, Tanah Kavling, dan franchise minimarket .hanya sekedar pengalaman saya...bagi anda yang mau mencoba angka ghoib dari AKI SALMAN silahkan hub/sms di nomor ( 082-310-623-559 ) ngak usah ragu-ragu...karna saya sudah merasakanya..terimah kasih AKI SALMAN..Maka dari itu.

    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

    1"Dikejar-kejar hutang

    2"Selaluh kalah dalam bermain togel

    3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

    4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat

    5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
    tapi tidak ada satupun yang berhasil.

    Solusi yang tepat jangan anda putus asa....AKI SALMAN akan membantu anda semua dengan Angka ritual/GHOIB:
    2D_3D_4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin 100jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: AKI SALMAN DI NO: ( 082-310-623-559 )

    INGAT...!!! JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN YANG ADA SEBAB

    KESEMPATAN TIDAK MUNGKIN DATANG KE 2 KALINYA...........

    SALAM MAS YANG PUNYA ROOMYA ..

    BalasHapus