Kamis, 26 Agustus 2010

SuratKu Untuk Pak Presiden

Kepada Pak Presiden di Istana yang megah,
Dari kami di gubuk yang pernah kau gusur.

Waktu kutulis surat ini, saya hampir kehabisan kata untuk menulis karna begitu banyak keluhan-keluhan kami yang tak engkau hiraukan. Kami jadi bingung harus cara bagaimana lagi untuk menyampaikannya. Tapi kami tidak akan putus asa untuk menyadarkanmu tentang nasib kami pak presiden. Dan saya yakin juga bapak dalam keadaan kenyang, sehat dan mungkin lagi tidur di kasur yang empuk.

Pak kami lapar, kami tidak tau mau makan apa, harga makanan dipasar sangat mahal pak, kami tak punya uang untuk membelinya. Padi yang kami tanam gagal panen pak karna pupuk yang engkau jual pada kami sangar mahal. Kenapa bapak sengaja menaikan harga makanan pak? Bagi kami itu adalah malapetaka tapi mungkin bagi bapak bukan hal yang membebankan karna bapak tinggal menuruh juru koki istana untuk membuatkan makanan untuk bapak. Pak tolong suruh juru koki istana membuatkan makanan untuk kami. Bukankah kami sudah membayarkan pajak untuk membayar gaji juru masakmu? Tapi kenapa hanya bapak saja yang dilayani.

Pak tolong berikan kami lapangan kerja yang layak. Kami jadi penjual asongan dan pedagang kaki lima justru kami di usir oleh algojo-algojo (satpol PP) yang kamu perintahkan. Kami juga jadi buruh, engkau belum memenuhi hak-hak kami sebagai buruh. Jangan terlalu salahkan kami pak, kalau ada di antara kami yang merampok untuk memenuhi kebutuhan ekonominya karna itu juga gara-gara bapak.

Pak kami sakit. Kami tak punya uang buat beli obat, harga rumah sakit hanya mahal pak. Bapak tidak akan merasakan penderitaan kami ini karna bapak punya dokter pribadi kepresidenan yang selalu menjaga bapak. Bapak menyuruh kami agar rajin membersihkan lingkungan agar kami sehat tapi kami tidak punya uang untuk itu. Apalagi mau mebersihkan lingkungan tempat tinggal kami, sesuap nasi saja susah kami dapatkan pak.

Pak kami mau tempat tinggal. Kami capek tinggal di jalan dan kami juga capek tinggal di kolong jembatan tapi maumi diapa pak, itulah satu-satunya tempat tinggal kami. Tapi kenapa bapak menggusur kami juga pak?

Pak presiden ini dulu suratku untukmu. Masih banyak yang kami minta darimu tapi cukup itu dulu pak karna kami belum yakin bapak akan mengabulkan permohonan kami ini. Kalau bapak tidak bisa mememenuhi permintaan kami, cukup penuhi sajalah keperluan-keperluan bapak-ibu kami. Kami kasian melihat mereka membanting tulang demi kami. Mereka rela menjadi kuli bangunan, buruh, pedang kaki lima, pedagan asongan demi kami pak, bahkan ada yang sengaja mencuri demi mengurangi air mata lapar anak-anaknya.

Pak,,, sempatkan baca surat kami. Kalau bapak tidak bisa tolong suruh asisten bapak membacakannya untuk bapak dan kalau bisa sempatkan juga untuk membalasnya.
(makassar, 26 agustus 2010)

Kubunuh kau

Semua masa
Kau menemaniku dalam kerisauan
Menjadikan ku lemah tak berdaya
Kau ada tanpa ku harapkan

Tapi kau ada karna aku ada
luasnya dunia kau menyempitkannya
kau menjadikan harapan menjadi nihil
merubah kebahagiaan menjadi kepenatan

Entah apa maumu…
kuharapkan kau tiada
tapi kenapa kau tetap datang menghampiriku
bagai api yang membakat kayu kebahagiaan
dunia kau jadikan penjara bagiku
kau jadikan neraka dalam diriku
itulah dirimu…

Dasar kau…
kuputuskan untukmu
untuk melenyapkanmu
telah kudatangkan untukmu duta kematian
inilah lawanmu wahai pikiran negative
inilah aku sang penyelamat
akulah positive thinking
ha…ha…ha…
(Makassar, 23 agustus 2010)




Minggu, 22 Agustus 2010

Sesuai Dengan Prediksiku

Sudah lebih dari sepuluh hari kita berpuasa. Bagi yang melakasanakan shalat tarwih berarti sudah lebih dari sepulu malam. Pada awal-awal puasa antusias umat islam untuk shalat sangat tinggi berbeda dengan bulan-bulan selain bulan ramadhan. Tapi fenomena itu tidaklah bertahan lama karna semangat untuk itu mengikut seiring dengan semakin banyaknya jumlah puasa.

Ketika saya shalat tarwih tadi (malam ke-12 bulan ramadhan) di masjid, tidak seperti biasanya. Karna awalnya untuk shalat saja hampir tidak dapat tempat untuk membentangkan sejadah. jumlah saf shalat dari depan sampai belakang bahkan di teras masjid juga ful oleh jama’ah. Tapi sekarang telah menyusut hampir setengah dari sebelumnya.

Kenapa sampai begitu? Apakah ramadahan hanyalah sebuah bulan yang hanya meriah pada penyambutan dan awalnya. Saya teringat kara pak ustat bahwa: ‘iman manusia itu tidaklah stabil tapi naik turun’. Saya sepakat dengan perkataan tersebut, karna saya sudah pernah merasakannya dan mungkin apa yang telah terjadi pada sebagaian kaum muslimin yang melakasankan puasa maupun shalat tarwih. Tapi iman bisa dipupuk sehingga dapat meningkat. Jadi mungkin bagi umat muslim yang frekuensi ibadahnya sudah mulai menyusut, itu karna imannya tidak diperbaharui.

Bayar Pajak, Apa Kata Dunia?

'Gak bayar pajak, apa kata dunia?'. 'Membayar pajak berarti memilki jiwa nasionalisme'. 'Membayar pajak berarti menghargai perjuangan para pahlawan kemerdekaan'. Kalimat-kalimat inilah yang selalu dibahasakan dalam propaganda untuk membayar pajak. Kita di paksakan untuk membayar pajak sebagai bentuk partisipasi terhadap pembangunan negara baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kenapa pemerintah begitu ngototnya mengajak masyarakat untuk membayar pajak? pada prinsipnya pemerintah tak mampu mengelolah negara kecuali dengan memungut uang rakyat. Kalau memang pemerintah sadar dengan tugas dan tanggungjawabnya, mungkin kata 'pajak' tidak akan pernah dengar. Dengan memaksa masyarakat untuk membayar pajak berarti pemerintah menunjukan ketidak-becusannya untuk mengelolah negara.

Pemerintah adalah tempat dimana amanah rakyat di embanya. Pemerintah adalah represantasi dari rakyat Indonesia. Mereka dipilih dengan harapan untuk memberikan pelayanan dan memberikan kehidupan yang baik kepada masyarakat. Tapi ironis, karna dalam memberikan pelayanan kepada rakyat justru rakyat dipaksa untuk membayar restribusi. Pemerintah bukan lagi memberikan pelayanan tapi justru diberikan pelayanan.

Pajak adalah sumber pendapatan terbesar bagi negara. tanpa pajak negara tidak bisa berbuat apa-apa. dengan kondisi pemerintah sekarang, mengandalkan alternatif sumber pendapatan negara yang lain adalah hal yang mustahil.

Selain untuk membiayai pembangunan, pajak juga diperuntukan untuk membayar utang negara yang dilakukan oleh pemerintah kepada lembaga keuangan internasional sepeti IMF dan World Bank. lucu, utang pemerintah yang bayar rakyat. Harusnya pemerintah sendiri yang mengusahan bagaimana caranya melunasinya, bukan membebankan rakyat. Bukankah rakyat hanya menerima pelayanan yang baik dari pemerintah? Kalau gitu, apa gunanya pemerintah? lebih baik bubarkan saja pemerintah, bubarakan saja negara. (hehehe...)

Pemerintah bisa saja tidak memaksa rakyat untuk membayar pajak. Pemerintah bisa memanfaatkan sumber pendapatan negara lain, apa bila pemerintah mau. Tapi faktanya pemerintah sengaja tidak melakukan hal itu.

Indonesia terkenal dengan kekayaan alam (SDA) yang melimpah ruah. Namun itu hanyalah identitas yang tak memberikan manfaat yang banyak kepada rakyat dan negara. Jika SDA dikelolah dengan baik secara proporsional oleh pemerintah maka negara tidak perlu mengutang lagi kepada lembaga keuangan internasional dan memungut pajak lagi kepada rakyat. Pemerintah akan mampu berdaulat secara ekonomi. Tapi justru yang terjadi sebaliknya, kekayaan alam hanya menjadi daya tarik negara penjajah untuk menjajah. Mereka (baca: negara penjajah) datang keindonesia dengan tujuan untuk menguras kakayaan alam kita.

Melalui utang yang diberikannya (mereka berkonspirasi dgn lembaga keuangan internasional), pemerintah mempermudahkan jalan mereka di negara kita sehingga lebih leluasa mengeskplorasi dan eksploitasi kekayaan alam yang kita miliki. Dan hasil pengelolaan mereka sebagian besar untuk mereka dan kita hanyalah mendapat sepersekian kecil. Selain itu, negara dibebankan dengan kerusakan lingkungan sebagai imbas dari eksplorasi dan ekploitasi mereka. Kalau demikian adanya, bisa dikatakan sumber daya alam kita adalah sumber daya alam yang terkutuk yang hanya bermanfaat banyak bagi negara penjajah dan menjadi tujuan penjajahan. Akhirnya rakyat tetap harus bayar pajak karna pemerintah tidak mampu mengelolah sendiri hasil alamnya dan lebih diberikan kepada negara penajajah.

Mungkin yang harus kita lakukan adalah melakukan gerakan tidak membayar pajak supaya pemerintah berani mengelolah sendiri SDA yang kita miliki.
Bayar pajak, apa kata dunia?






Kamis, 19 Agustus 2010

Lagi-Lagi Karna Perbatasan

Menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-65, kita di kegetkan dengan penahanan tiga warga negara indonesia yang sedang melakukan patroli di sekitar perbatasan Indonesia dan Malasya demi tugas menjaga kedaulatan NKRI. Ketiga warga negara tersebut adalah staf dari kementrian perikanan dan kelautan yang sedang melakukan tugas patroli. Mula-mula ketiga orang ini besarta kapal yang ditumpanginya memergoki kapal ikan yang berbenderakan Malasya sedang melakukan pencurian ikan di laut Indonesia. Tujuh orang penumpang beserta kapal tersebut (baca: malasya) ditangkap dan dibawa untuk diproses secara hukum. Namun belum sampai di tujuan kapal patroli Indonesia di tangkap oleh kapal militer malasya. Ketiga orang Indonesia inipun ditangkap dan dibawa ke malasya. Hal ini menuai reaksi yang keras bagi masyarakat indonesia mulai dari kecaman, putuskan hubungan diplomatik bahkan ada yang mengusulkan untuk perang.

Sengketa perbatasan bukan baru kali ini terjadi. Sebelumnya, juga pernah terjadi sengketa mengenai beberapa pulau di perbatasan yang diklaim kpemilikannya oleh Malasya. Namun semua itu berkahir dengan jalur diplomasi (damai). Bukan hanya mengenai sengketa perbatasan namun juga terjadi pada budaya Indonesia yang dikalaim kepemilikannya oleh Malasya. lagi-lagi Indonesia selalu mengutamakan perdamaian dibanding memberikan yang respon membuat persaudaraan diantara kedua negara putus. Meskipun itu terkesan sebagai solusi yang tidak berkedaulatan. Salah-satu alasan Indonesia menempuh jalur diplomasi ini adalah karna ikatan primordial yaitu Indonesia masih dalam satu rumpun dengan malasya.

Dengan sengketa terahir ini membuat emosi masyarakat Indonesia terakumulasi. Masyarakat Indonesia terkonsolidasi kembali dan mengecam pemerintah malasya. Berbagai pernyataan masyarakat Indonesia dalam media massa hampir tidak ada yang mau menempuh jalur damai dan mendesak pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap pemerintah malasya. Apalagi yang membuat masyarakat Indnesia tidak terima atau menganggap sebagai pelecehan adalah ketiga warga negara Indonesia yang berjuang mempertahankan kedaulatan ditukar dengan tujuh orng warga malasya yang dianggap sebagai pencuri. Namun masyarakat hanyalah bisa bersuara, keputusan terakhir tetap ada pada pemerintah. Dan lagi-lagi solusi yang dihasilkan adalah dengan jalur damai. Pemerintah melakukan hal ini karna pemerintah melihat peristiwa penangkapan adalah kesalahpahaman.

Hemat saya, pemerintah cukup arif dalam mengambil keputusan. Jika mengikuti solusi sebagian besar pendapat masyarakat Indonesia yang sangat bermuatan emosional maka justru dampak negatif yang terjadi akan lebih besar. Lagi pula, menuai dampak positif bagi Indonesia dengan terjadinya peristiwa sengketa ini. Masyarakat Indonesia terkonsolidasi dan solidaritasnya muncul kembali meskipun selama ini selalu mengkontroversikan setiap permasalahan internalnya. jiwa nasionalismenya bangkit. Apalagi menjelang dengan momen yang sangat sakral bagi masyarakat indonesia yaitu memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Inilah yang membuat kecurigaan saya pada pemerintah Indonesia. Mungkin peristiwa ini (baca: penangkapan tiga nelayan Indonesia) sengaja di
setting (rencanakan) oleh pemerintah sebagai agenda terselubung dengan malasya untuk membangun jiwa nasionalisme masyarakat Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.
(makassar, 18 agustus 2010)

Upacara Bendera Bawah Laut Wakatobi

Tanggal 17 agustus kemarin telah diadakan upacara pengibaran bawah laut bendera merah puti di wakatobi. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65. sebagai masyarakat wakatobi, saya merasa bangga apalagi di tampilkan di salah-satu televisi swasta ternama. Saya yakin, masyarakat wakatobi lainpun akan bangga ketika melihat tanah tumpah darahnya sebagai tempat kegiatan itu. Sungguh prestasi luar biasa dan patut diapresiasi bagi pemerintah wakatobi yang mampu mempromosikan wakatobi di momentum yang sangat sakral ini.

Upacara bawah laut itu, tidak sekedar untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Pada saat yang sama sebagai bentuk promosi tentang keindahan bawah laut wakatobi. 'begitu indahnya pemandangan bawah laut wakatobi', begitulah sepenggal inti dari pembicaran dalam acara perayaan kemerdekaan di bawah laut tesebut meskipun tidak bisa dinafikan dengan keheningan upacara kemerdekaan tersebut. Saya tidak tau berapa dana APBD yang dihabiskan untuk kegiatan ini apalagi dihadirkannya salah-satu televisi swasta sebagai media publikasinya. Berapa pajak atau uang rakyat yang digelontorkan. Meskipun mungkin bisa dikatakan sebagian besar masyarakat wakatobi bangga dengan kegiatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya ini, namun mereka tertipu dalam kesenangannya. Masi banyak masyarkat yang belum bisa sekolah, miskin, tidak memiliki modal usaha dan masih banyak lagi (capek tulisnnya).

Kira-kira apa manfaat di balik diadakannya upacara bawah laut wakatobi tersebut...??? oke, dengan dipublikasikannya upacara bawah laut itu menjadikan wakatobi terkenal. Dengan terkenalnya wakatobi dengan keindahan bawah lautnya membuat para wisatawan akan berkunjung ke wakatobi. Selain itu, para investor juga akan mudah datang ke wakatobi untuk berinvestasi. Apakah tidak bagus, kalau para wisatawan berkunjung wakatobi ??? toh, dapat menaikan pendapatan daerah. Pendapatan daerah akan meningkat dengan tajam jika pariwisata waktobi dikelolah secara proporsional dan tidak salah arah. Perlu kita ketahui bersama bahwa sebagian besar industri parisiwata wakatobi dikelolah oleh swasta, bukan pemerintah. Ini jelas, bahwa sebagian besar pendapatan pariwisara akan masuk ke kantong-kantong pribadi tertentu. Kita tidak perlu menyebutkan industri apa dan siapa yang mengelolahnya tapi yang penting kita ketahui adalah pemerintah wakatobi melakukan promosi keindahan bawah laut sebagian besar untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Selain dukungan media publikasi dan promosi yang telah menghabiskan dana APBD, juga dukungan infrastruktur berupa lapangan terbang. Pembangunan lapangan terbang di ibukota kabupatan, Wangi-wangi, telah menghabiskan dana bermiliaran rupiah dan ini tentunya dari APBD yang notabene dari uang rakyat. Hemat saya, pengadaan bandara itu memang perlu tapi belum saatnya. Masih banyak hal urgen yang perlu direalisasikan misalnya pendidikan. Fakta yang ada di lapangan, ternyta pembangunan infrastruktur untuk pendidikan belum memadai dan tergolong gagal. Misalnya di tomia, tepatnya di SMAN 2 TOMIA. Sekolah negri ini masih kekurangan ruangan belajar sehingga para siswa dan guru bergiliran mengadakan proses belajar mengajar. Belum lagi jika disinggung tentang kualitas guru yang memprihatinkan. Ini semua menjadi tanggung jawab pemerintah. Sungguh ironis...!!!

Ku tulis demi memenuhi hak dan kewajiban saya sebagai masyarakat wakatobi untuk mengkritik pemerintah-ku. Salah-satu jihad adalah mengatakan kebenaran kepada penguasa yang zalim.
(makassar, 18 agustus 2010)

Dunia Luas Bagi Orang yang Optimis

Ternyata dunia itu luas bagi ornag-orang yang selalu berpikir positif dan optimis. ketika tadi, saya mendengar cerita dalam diskusi kami dengan orang yang sudah lebih berpengalaman dari kami. Saya terinspirasi olehnya dan ceritanya, karna dalam beberapa akhir ini saya selalu memandang dunia dengan pesimis. Mendengar ceritanya, apa yang selama ini saya pikirkan tentang ketidakmungkinan ternyata salah. begitu besar dan luasnya dunia, sesuatu yang mustahil terjadi ternyata bisa terjadi. Itu semua berlaku bagi orang-orang yang berilmu dan berpikir bisa. Dulu semenjak pesawat terbang belum ditemukan, tidak ada yang berpikir bisa bahwa logam bisa diterbangkan. namun sang penemulah yang berpikir optimis dan berkata bisa sehingga jadilah pesawat terbang yang digunakan oleh manusia saat ini. Dulu juga, tidak ada yang berpikir bisa untuk menghasilkan cahaya namun hanya Thomas Alfa Edison yang mampu berpikir bisa dan sekarang adalah lampu. begitu juga dengan penemu atau orang sukses lainnya.
(makassar, 16 agustus 2010)

Senin, 09 Agustus 2010

Menyambut Bulan Ramadhan

‘Marhaban Ya Ramadhan’. Selamat datang ya ramadhan. Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga banyak sekali yang menantikan kedatangannya. Berbagai belahan dunia terdengar gema suara menyambut kehadiran bulan ramadhan ini.

Mengapa bulan ini sangat didambakan kehadirannya oleh umat islam? Tentunya bulan ini memiliki kelebihan di banding bulan-bulan lain dalam tahun hijriah maupun masehi. Berbagai nama pujian yang diberikan kepada bulan ini mulai dari bulan suci, bulan istimewa, bulan penuh rahmat, raja dari segala bulan, bulan pengampunan dan masih banyak lagi pujian yang sering di berikan kepada bulan ini. Pemberian nama-nama pujian tersebut tidaklah lahir tanpa menempel dimensi historis padanya atau fakta yang menyebabkannya.

Bulan ramadhan adalah bulan dimana seluruh umat muslim diperintahkan (wajib) untuk berpuasa. Sebagaimana dalam QS. Al-baqarah ayat 183 yang artinya : ‘Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’.
Puasa tidaklah cukup menahan makan dan minum dalam waktu yang telah ditentukan tapi kita diwajibkan pula menahan hawa nafsu untuk melakukan segala perbuatan dosa. Kita dilatih menahan diri untuk berbuat yang tidak bermanfaat (sia-sia) apalagi berbuat dosa. Bulan dimana kita dikader menjadi manusia yang mampu menciptakan `hablumminannas` dan ‘hablumminallah’. Sehingga ketika kita meninggalkan bulan ramadhan maka kita akan menjadi 'insan taqwa.' Dan nantinya akan mampu menjadi manusia yang mengisi lembar ruang dan waktu dengan penuh kedamaian.

Selain kita dikader menjadi insan taqwa, bulan ramadahan menyediakan pahala yang berkali lipat dari bulan-bulan selainya. Betapa mulianya bulan ini, ke Maha pemurahan Allah hanya memberikan pahala yang berkali lipat tapi tidak untuk dosa. Motivasi inilah yang seharusnya dijadikan oleh umat muslim untuk berbuat kebajikan di bulan penuh rahmat ini sehingga bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya.

Dalam bulan ramadhan tepatnya tanggal 17 Ramadhan adalah momen yang paling bersejarah karna pada saat itu pedoman umat manusia yaitu Al-Quran diturunkan. Al-Quran adalah kitab suci yang memuat tentang wahyu Allah untuk membimbing manusia kejalan yang benar. Dengan berpedoman kepada kitab suci ini, manusia akan menjadi pelaku-pelaku sejarah yang beradab. Berbagai perintah dan larangan yang tertuang dalam kitab ini. Hal ini semua ditujukan untuk membimbing manusia kepada yang Maha Benar, Allah swt.

Selain itu, keistimewaan lainnya adalah di bulan ini teradapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu malam ‘Lailatul Qadr’. Sebagaiman Allah swt berfirman dalam QS. Al-qadr ayat 3 yang artinya :‘ Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.’
Malam ini (baca: lailatul qadr) merupakan anugrah yang khusus yang diberikan kepada umat nabi Muhammad saw dan tidak diberikan kepada umat rasul-rasul Allah sebelumnya. Dengan rata-rata rasio usia umat rasul Muhammad saw sangat jauh di bawah umat rasul-rasul sebelumnya sehingga Maha Bijaksana Allah memberikan lailatul qadr ini kepada umat Muhammad saw, agar dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Sehingga dapat menyaingi ibadah umat rasul-rasul Allah sebelumnya dengan usia mereka yang rata-rata sangat tinggi. Oleh karna itu sangatlah rugi bagi orang-orang yang diberikan rahmat tapi dia tidak memanfaatkannya. Sangatlah rugi orang-orang yang diberikan ramadhan tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Sangatlah rugi orang-orang yang diberikan malam Lailatul Qadr tapi tidak dimanfaatkan secara optimal.

Inilah beberapa alasan bulan ramadhan sangat dinantikan kehadirannya oleh umat Islam. Bulan yang penuh dengan kelebihan sehingga memiliki sebutan-sebutan pujian yang dimilikinya Mudahan-mudahan momentum ini (ramadhan, red) yang dianugrahkan Allah swt ini dapat kita gunakan dengan sebaik mungkin.
Marhaban Ya Ramadhan.

Ya Robbi…
Ya Allah… Ya Rahman Ya Rahim
Iyya kana’budu wa iyya kanas ta’iin.
La…haula wala kuata illa billa aliyyul aziim
Jadikanlah kami dalam golongan orang-orang yang Engkau cintai
Golongan orang-orang yang senantiasa engkau lingkupi dengan rahmatmu
Tunjukanlah kami jalan-jalan menuju-Mu
Jadikanlah ramadhan ini menjadi ramadhan yang istimewa bagi kami
Berikanlah kami kesempatan untuk memanfaatkan anugrah ramadhan ini sehingga kami menjadi insan taqwa, sebagai mana yang engkau ridhoi.
Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim
Ampunilah kami dan ampunilah dosa kedua Orang tua kami
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyangi kami sewaktu kecil dahulu
Ya Allah, Tuhan Penguasa Jagat raya
Ampunilah dosa kami, dosa seluruh kaum muslimin.
Rabbana atina fiduniya hasanah wa fil akhirati hasanah wakina azabannar.
Amin Ya Rabbal Alamin.



Untuk Dia yang Telah Tiada

Puisi ini ku tulis untuk saudara kami, Syaidi Akbar (alm), yang telah menghadap Sang Maha Pencipta. Mudah-mudahan setiap jejak langkah yang telah terukir menjadi kenangan yang tak terlupakan dan bermanfaat untuk kami. Dan mudah-mudahan apa yang telah dia berikan kepada kami dan kepada semua mahluk ciptaan Sang Pencipta bernilai ibadah di sisi-Nya. AMIN.

Doa kami selalu menyertaimu. Mudah-mudahan Allah swt memberikan tempat yang layak bagimu di sisi-Nya. Mudah-mudahan juga Allah swt mengampuni dosa-dosamu, saudaraku.
Selamat jalan kawan, selamat jalan saudaraku, kami akan selalu mengenangmu.

Untuk Dia Yang Telah Tiada

Tangan tak mampu lagi untuk merangkul
Mata tak mampu untuk menatap
Mulut tak mampu lagi untuk berucap
Tapi masih ada yang kita miliki
Hanyalah jejak sejarah yang pernah kita ukir bersama

Waktu tidak dapat kembali
Namun bagi kami,
Itu hanyalah alasan klasik
Karna waktu bisa kita kembalikan dalam dunia kita
Dalam waktu, kita telah melahirkan banyak kenangan

Bagi kami,
Kehidupan bisa kita kembalikan
Hari esok adalah peluang, hari ini adalah kepunyaan
Hari kemarin adalah kemustahilan

Namun saudaraku,
Hari kemarin adalah hari kita
Hari yang dapat kita kembalikan
Hari yang tidak dimiliki oleh mereka yang tak bersama kita
Engkau adalah sejarah bagi kami
Engkau adalah aku dan kami yang hari ini
Engkau adalah tawa dalam kesedihan kami
Meskipun ruang telah membuat kita tak mampu mengukir jejak kehidiupan lagi
Namun kami disini karna kamu


Kamis, 05 Agustus 2010

Identitas yang Hilang

Sebelum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) modern, kehidupan manusia cenderung egaliter. Sikap ke ‘ke-kitaan’ adalah prinsip hidup yang dijunjung dalam fase kehidupan ini. Dikehidupan awal manusia yang masih menganggap alam adalah bagian yang sakral. Bahkan manusia mengalami ketertundukan dan melakukan penyembahan terhadap alam. Inilah yang menyebabkan alam sangat dijaga kelestariannya dan tanpa eksploitasi yang berlebihan. Manusia hidup serba kecukupan karna alam masih menyediakan kebutuhan yang lebih. Babakan kehidupan ini dicirikan dengan kehidupan memetik dan meramu serta berpindah-pindah tempat (nomaden).

Kehidupan tersebut tidaklah statis. Perubahan waktu yang dilalui oleh berbagai peristiwa, baik secara alami maupun oleh modifikasi manusia. Pola kehidupan yang sebelumnya, telah mengalami dinamisasi menuju kehidupan dengan pola kehidupan yang berbeda. Hingga berujung pada kehidupan modernitas. Kehidupan ini ditandai dengan perkembangan IPTEK yang tinggi.

Ketika paradigma ‘milik-kita’ berubah menjadi ‘milik-ku’ maka disaat itulah telah terjadi ketimpangan sosial. SDA yang dihadirkan oleh Tuhan untuk kepentingan kolektif umat manusia telah dieksploitasi secara membabi-buta dan didominasi oleh segelintir manusia. Disinilah terjadi ketergantungan masyarakat kepada minoritas manusia dengan tidak manusiawi. Bukan hanya SDA yang dieksploitasi tanpa mempetimbangakan kerusakan lingkungan namun manusia juga telah dieksploitasi tanpa memperhatikan kemanusiaan. Konsekuensi yang timbul adalah strata sosial semakin jelas yang menandakan kehidupan yang tidak seimbang.

Untuk memperjelas maksud tulisan ini, maka penulis membatasi hanya pada perspektif identitas ‘kebersamaan (egaliter)’. Kebersamaan adalah sebuah term yang memiliki makna tentang ketidakadaan dominasi dan ekploitasi manusia karna perebutan ekonomi. Namun predikat ini telah kabur dan tengah menuju ketiadaan. Perebutan kebutuhan ekonomi menyebabkan manusia menafikan kejasama untuk kepentingan bersama dan cenderung individualistis. Realitas ini terjadi sebagai imbas dari keserakahan manusia sepeti pada mayoritas manusia abad modern sekarang ini.

Seorang intelektual India, Mahatma Gandi, mengatakan ‘alam ini cukup bagi manusia yang butuh dan tidak cukup bagi manusia yang serakah’. Dalam siklus mata rantai kehidupanpun menjelaskan demikian, dimana produsen (SDA) harus lebih banyak dari konsumen (manusia). Ketika yang terjadi sebaliknya maka kemusnahan kehidupan tak terhindarkan karna kebutuhan manusia tidak cukup (kekurangan). Kekurangan SDA inilah yang dirasakan saat ini bagi sebagian besar manusia karna ulah manusia-manusia serakah yang indivialistis.

Sehingga kita dapat menjawab pertanyaan: kenapa banyak manusia yang masih miskin dan kekurangan? Misalnya yang terjadi di negara kita, Indonesia. Indonesia yang dikenal dengan negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah tapi banyak rakyatnya yang miskin. Kemiskinan terjadi karna ketidakmampuan manusia mengakses SDA. Alangka tidak rasional, jika Tuhan menciptakan manusia kemudian tidak dilengkapi dengan fasilitas untuk mempertahankan hidupnya.

Sebab kesukaran mengakses atau memperoleh SDA termasuk makanan, bukan karna kemalasan manusia. Secara fitrahnya manusia memiliki keinginan untuk mempertahankan dan berjuang mempertahankan hidupnya. Namun paradigma individualisme-lah yang menyebabkan sebagaian besar penduduk bumi sulit mempereloh kebutuhannya. Dan kebutuhan manusia itu akan didapatkan dengan kecukupan apabila paradigma kebersamaan/ke-kitaan digunakan oleh seluruh manusia

Jika manusia menanamkan nilai-nilai kebersamaan dalam hidupnya maka sesungguhnya kemiskinan dan kekurangan tidak akan terjadi. Bukankah Tuhan menciptakan manusia dengan derajat yang sama? Yang hanya membedakan adalah tingkat pengabdian kepada-Nya. Secara empiris keadaan sekarang telah tercipta derajat yang berbeda yang diciptakan oleh manusia. Karna yang terjadi adalah sikap ke-akuan yang kental telah mengisi paradigma manusia. Sehingga melahirkan sikap individualisme dan egoisme. Dengan kata lain identitas kehidupan manusia dengan pola ‘kebersamaan’ tergeser menjadi ‘keakuan’.


Rabu, 04 Agustus 2010

Potret Ideologi Dunia Kontemporer

Sekedar prolog bahwa tulisan ini akan memulai dari pasca perang dunia kedua. Ketika itu negara-negara terjajah yang umumnya adalah tergolong negara dunia ketiga telah terlepas dari jeratan kolonialisme (penjajahan). Pada saat yang sama dunia seolah terbagi menjadi dua belahan bumi yaitu antara dunia (blok) barat dan dunia (blok) timur yang saling bertentangan. Masing-masing direpresentasikan oleh dua kekuatan negara yaitu Amerika yang berideologikan kapitalisme dan Uni soviet yang berideologikan komunisme.

Jika dalam perang dunia ke-I dan ke-II adalah perang fisik namun telah tergeser keperang non fisik yang dikenal dengan perang dingin. Pertarungan antara dua kekuatan besar ini sangat sengit karna akan berimbas pada sebuah penguasaan dunia dengan arah tatanan sosial yang tunggal. Masing-masing ideologi menawarkan cita-cita kehidupan yang berbeda. Amerika beserta negara-negara Eropa barat yang mengagung-agungkan kebebasan yang berujung pada indiviualisme sedangkan Unisoviet beserta negara-negara Eropa timur sangat merindukan kehidupan yang kolektif.

Dimana posisi Negara dunia ketiga? Semua negara dunia ketiga (negara yang baru terlepas dari penjajahan) tidak berada di antara kedua blok yang berseteru. Bahkan hanya mengklaim diri sebagai negara non-blok. Pada masa kolonialisme mereka adalah koloni dari mayoritas negara-negara eropa barat. Alasan ini meyebabkan ketakutan bagi negara blok barat karna asumsi mereka negara-negara bekas koloninya akan mengadopsi ideologi komunisme yang dipakai oleh blok timur. Ternyata asumsi tersebut tidak jauh meleset dan merealitas.

Keadaan ini membuat negara-negara blok barat tidak tinggal diam. Ketakutan mereka berusaha melahirkan ide-ide untuk melakukan invasi kembali. Melihat kondisi negara yang sedang berada pada fase transisi (labil) maka hal ini dijadikan peluang untuk menyuntikan ideologi liberal-kapitalisme. Pasca kolonialisme (perang dunia ke dua) negara-negara bekas jajahan ini mulai merekonstruksi tatanan kehidupan yang baru. Namun hal tidak semudah membalikan telapak tangan karna basis finansial sangat dibutuhkan sedangkan dunia ke tiga tidak memilki finansial yang cukup. Momentum inilah yang dimanfaatkan oleh Amerika dan negara-negara Eropa barat untuk menarik negara dunia ketiga pada ideologi kapitalismenya dengan memberikan pinjaman utang.

Selain itu mereka juga (baca: negara blok barat) mengirimkan virus liberalisme pada negara-negara blok timur. Di tambah lagi kondsi internal blok timur mengalami gejolak konflik. Singkat cerita dunia telah dikuasai oleh kekejaman kapitalisme dan Unisoviet telah runtuh.

Kekalahan blok timur (negara dunia ke dua) membuat kapitalisme semakin memperlebar sayapnya. Dukungan sains dan teknologi telah menjadikan mereka semakin kokoh dan berusaha melakukan hegemonik. Keadaan ini membuat mereka semakin tak tertandingi karna semua negara telah terperangkap dalam dominasinya.

Kekuatan modal adalah kunci utama dari kejayaan kapitalisme. Karna di semua sektor kehidupan modal (uang) adalah kebutuhan yang sangat urgen untuk merealisasikan semua cita-cita pembangunan. Dengan modal juga, kapitalisme membuat IPTEK semakin berkembang dan sebaliknya keduanya saling bersinergi. Namun dengan kekuasaan yang mereka miliki menjadikan IPTEK sebagai alat rasionalisasi untuk mengembangkan dan melegitimasi eksistensinya. Akibatnya status quo- pun selalu terlestari.

Dalam dinamikanya, kapitalisme bermetamorfosis merubah topeng menjadi globalisasi, moderenisasi, westernisasi, ataupun neoliberalisme. Beberapa term tersebut adalah kulit yang memiliki inti yang sama yaitu kapitalisme. Dalam perkembanganya juga ternyata kapitalisme telah melahirkan ketidak-adilan, penindasan, penjajahan, eksploitasi, pencemaran lingkungan, dan berbagai ketimpangan sosial lainya. Sehingga muncul berbagai kecurigaan dari seluruh masyarakat dunia terlebih para kaum intelektual. Berangkat dari kecurigaan ini maka berbagai wacana tanding yang mengaktualisasi menjadi gerakan kritis menentang kapitalisme mulai bermunculan.

Belajar dari kekalahan pada perang dingin, sosialis-komunisme berusaha dimunculkan kembali sebagaimana pernah diterapkan oleh Uni soviet dan negara Eropa timur dahulu. Gerakan ini menamakan diri sebagai marxisme karna prinsip ideologi gerakannya tidak menghilangkan ide dasar dari pemikiran komunisme karl marks. Gerakan lain juga adalah gerakan dari kaum agamawan (teologi pembebasan) yang merasa terancam oleh ekspansi kapitalisme. Selain bermuatan sekuler kapitalisme juga telah berusaha menjadi agama baru yang telah mengkaburkan bahkan menggantikan nilai-nilai agama menjadi tujuan profit (materi).

Selain itu gerakan kultural (tradisional) juga menjadi warna dalam ideologi kritik kemapanan kapitalisme. Gerakan ini merasa bahwa kehidupan egaliter yang dimilki oleh masyarakat tradisional telah tergantikan dengan kehidupan individulisitis kapitalisme. Contoh yang telah melakukannya adalah yang terjadi pada gerakan Zapatista di meksiko. Bukan hanya itu, gerakan lingkunganpun dilakukan. Lingkungan (alam) pada mulanya merupakan bagaian dari kehidupan saling bersinergi dengan manusia kini telah beubah menjadi bencana karna ekploitasi kerakusan kapitalisme.

Ideologi yang berusaha melakukan hegemoni yang membawa manusia pada satu dominasi tunggal telah mengalami respon kritis. Gerakan anti kemapanan (status quo) kapitalisme telah banyak terjadi. Hal ini dilakukan karna cita-cita kapitalisme telah terbukti menyengsarakan masyarakat dunia. Terbukti dengan berbagai gerakan agama (teologi pembebasan), kultural, marxisme, gerakan lingkungan dan masih banyak lagi yang serupa. Meskipun dalam metodolgi gerakannya berbeda namun semua gerakan ini adalah berbasis pada ideologi anti kapitalisme.

Senin, 02 Agustus 2010

DPR Malas

Dalam kehidupan demokrasi Indonesia, DPR (dewan perwakilan rakyat) adalah sala-satu lembaga pemerintahan yang merupakan elemen penyokong tegaknya demokrasi sejati. Demokrasi dapat terwujud apabila elemen penopang ini memiki reputasi yang baik. Jika yang terjadi sebaliknya maka konsekuensinya demokrasi sejati tidak akan tercapai.

DPR adalah pengejewantahan dari seluruh aspirasi rakyat Indonesia. Identitas ini menjelaskan kepada kita semua bahwa DPR lah yang seharusnya menjadi corong suara-suara harapan rakyat Indonesia. Segala tindakan yang mereka kerjakan adalah representasi dari seluruh rakyat Indonesia. Ketika reputasi lembaga ini bercitrakan baik maka sesungguhnya itulah gambaran masyarakat Indonesia. Sebaliknya, jika citra ini tercedrai maka itulah gambaran rakyat Indonesia.

Betapa kepercayaan besar rakyat Indonesia memilihnya (baca: wakil rakyat) untuk memperjuangkan keluhan mereka untuk sebuah keadilan. Namun ketika harapan ini tidak diwujudkan maka sungguh kepercayaan mereka telah dikhianati. Penghianatan inilah yang tengah terjadi pada rakyat Indonesia oleh DPR. Ketidakseriusan mereka menjalankan tugas dan tanggung jawab membuat mereka mengikis kepesrcayaannya sendiri di hadapan rakyat Indonesia.

Dalam kabinet 'Indonesia bersatu' jilid II, tergolong DPR mengalami penurunan drastis dalam kinerjanya. Ini sangat ironis karna seharusnya berjalannya waktu membuat lembaga ini semakin matang namun yang terjadi malah sebaliknya. Kalau begini adanya, bagaimana kondisi lembaga ini kedepan? Dan bagaimana nantinya nasib Indonesia kedepan?

Realitas memalukan telah mencuat di publik. Salah-satu tugas dan tanggung jawab anggota DPR untuk mengadakan berbagai rapat ternyata tidak dihadiri hampir 50% dari total anggota. Belum lagi, wakil rakyat yang hadir tidak semua mengikuti jalannya rapat secara serius. Padahal kita ketahui bersama para wakil rakat yang duduk di lembaga ini bukanlah anak-anak yang harus diatur dan diajari tentang kedisiplinan. Keberadaan mereka dilembaga ini adalah sebuah bertanda bahwa merekalah manusia-manusia yang terpilih dari sekian banyak masyarakat Indonesia untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Indonesia yang diwakilinya. Namun lagi-lagi manusia-manusia terpilih itu hanyalah sebuah label yang membungkus ketidak-becusan mereka.

‘DPR bagai taman kanak-kanak’ demikian perkataan mantan presiden RI, KH Abdurrahman Wahid. Sungguh tepat dengan wajah DPR hari ini. Ketika hal ini telah terjadi maka dimanakah tempat rakyat akan mengaduh? Karna tidak mungkin lagi untuk mengaduh kepada 'taman kanak-kanak'. Meskipun tidak semua anggota DPR melakukan berbagai tindakan memalukan ini namun tetap lembagalah yang menjadi sasaran. Stereotip ini adalah sebuah tantangan besar bagi lembaga penegak demokrasi ini.

Apa yang dilakukan oleh oknum wakil rakyat ini bukan hanya mennggambarkan kondisi lembaga legislatif yang menaungi mereka. Dibalik itu kita tidak bisa lepaskan dari background partai politik tempat mereka bernaung. Karna mereka adalah kader partai yang membawa cita-cita (pemikiran/ideologi) dari partai politik yang merupakan alat perjuangan mereka. Dengan kata lain selain menggambarkan wajah lembaga legislatif (DPR) juga menggambarkan wajah dari partai politik Indonesia sekarang. Dan tak kalah pentingnya juga inilah kepribadian individu para wakil rakyat.

Inilah sedikit gambaran tentang para wakil rakyat. Bagaimana jadinya nasib masa depan negri tercinta ini???
Saatnya rakyat mengadili dan saatnya gerakan rakyat (people movement) dibangun.